Rabu , 21 Oktober 2026
Home Peristiwa Satelit N5 Menghantar Indonesia Raih Kedaulatan Antariksa dan Konektivitas Global
Peristiwa

Satelit N5 Menghantar Indonesia Raih Kedaulatan Antariksa dan Konektivitas Global

96

IDNEWSUPDATE.COM –  Indonesia baru saja menorehkan sejarah baru di kancah antariksa dengan keberhasilan Satelit Nusantara Lima (SNL) atau Satelit N5 yang telah mencapai orbit geostasioner di posisi 113 derajat Bujur Timur. Pencapaian ini menandai selesainya fase Electric Orbit Raising (EOR), yaitu proses krusial penyesuaian orbit satelit menggunakan sistem propulsi listrik untuk mencapai ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Perjalanan Satelit N5 dimulai sejak peluncurannya dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 12 September 2025, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi strategis yang bertujuan untuk memperkuat infrastruktur satelit nasional.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, menyatakan bahwa kehadiran Satelit N5 di orbit adalah tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan antariksa Indonesia. “Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapan teknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya,” ujar Adi Rahman Adiwoso, Minggu, 1 Februari 2026.

Satelit N5 didesain dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) yang paling canggih di dunia. Satelit ini memiliki kapasitas total lebih dari 160 Gbps dan dilengkapi 101 spot beam Ka-band yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Pemerataan Akses Internet dan Penguatan Ekonomi Digital

Satelit N5 diproyeksikan akan memainkan peran krusial dalam pemerataan akses internet di seluruh penjuru Indonesia. Dengan konektivitas yang lebih terjangkau dan andal, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan pada berbagai sektor, mulai dari perekonomian, layanan publik, kesehatan, lingkungan, hingga pertahanan dan keamanan. Kapasitas bandwidth yang lebih besar dari Satelit N5 juga memungkinkan PSN untuk memperluas jangkauan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Filipina. 

Satelit ini dirancang untuk beroperasi selama lebih dari 15 tahun, mengusung teknologi digital payload yang memastikan pengelolaan lalu lintas data yang fleksibel dan efisien. Dengan beroperasinya Satelit N5, Indonesia diproyeksikan akan memiliki kapasitas total lebih dari 400 Gbps, menjadikannya sebagai yang terbesar di Asia Pasifik. Angka ini sejalan dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) Indonesia yang diperkirakan mencapai US$360 miliar pada tahun 2030, memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

 

Berita Terkait

Pemerintah Gunakan Modifikasi Cuaca Berbahan Garam dan Dry Ice untuk Padamkan Karhutla

IDNEWSUPDATE.COM – Pemerintah Indonesia secara intensif menjalankan operasi modifikasi cuaca dengan menebar...

Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik di Bundaran HI, Langsung Ditanggapi Gubernur DKI

IDNEWSUPDATE.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan tanggapan resmi terkait...

MUI Serukan Umat untuk Taubat Nasuha, Desak Pemerintah Atasi Karhutla

IDNEWSUPDATE.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk segera melakukan percepatan...

Sinergi Polri dan MUI: Silaturahmi Kapolri Pertajam Kolaborasi Menjaga Keamanan Nasional

IDNEWSUPDATE.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H.,...