Selasa , 20 Oktober 2026
Home Bisnis BYD Targetkan Pembangunan 100 Stasiun Flash Charging di Indonesia Akhir Tahun Ini
Bisnis

BYD Targetkan Pembangunan 100 Stasiun Flash Charging di Indonesia Akhir Tahun Ini

17

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan otomotif BYD menargetkan pembangunan 100 fasilitas pengisian daya ultra cepat atau Flash Charging di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Langkah ini merupakan upaya strategis perusahaan dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi secara nasional.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur ini mencakup jaringan diler hingga titik pengisian daya publik. Pembangunan ini menjadi bagian integral dari komitmen jangka panjang perusahaan setelah sebelumnya meresmikan pabrik manufaktur di Subang.

“Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung,” ujar Eagle saat peluncuran teknologi terbaru BYD di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Fasilitas pengisian daya ini nantinya tidak hanya eksklusif bagi pengguna mobil BYD atau merek premium Denza, namun juga terbuka untuk seluruh merek kendaraan listrik lainnya. Meskipun demikian, kecepatan pengisian daya tetap bergantung pada spesifikasi teknis dan kompatibilitas baterai pada masing-masing kendaraan yang digunakan.

Ekspansi Infrastruktur Pengisian Daya

Teknologi Flash Charging terbaru dari BYD diklaim mampu mengisi daya baterai Blade generasi kedua dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu lima menit. Untuk mencapai kondisi pengisian hingga 97 persen, perangkat ini hanya memerlukan waktu sekitar sembilan menit dalam kondisi lingkungan normal.

Dalam rencana ekspansinya, perusahaan juga menargetkan penempatan stasiun pengisian di area istirahat jalan tol guna mendukung mobilitas pengguna selama periode libur panjang. “Saya rasa sebelum mudik Natal dan tahun baru 2026 akan tersedia di rest area,” tambah Eagle mengenai target operasional di jalur tol pada Rabu (14/10/2026).

Melalui pembangunan infrastruktur masif ini, BYD berupaya mempermudah akses pengisian daya bagi masyarakat luas. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi kendaraan berbasis baterai di Indonesia secara lebih merata.

Berita Terkait

Penjualan Mobil LCGC Turun Akibat Peralihan Konsumen ke Kendaraan Listrik

IDNEWSUPDATE.COM – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan signifikan pada...

BEI Resmi Menurunkan Batas Auto Rejection Bawah Jadi Tujuh Persen

IDNEWSUPDATE.COM – PT Bursa Efek Indonesia secara resmi melakukan penyesuaian batas Auto...

Kisah Yeni Dahlia Bangun Bisnis Digital & Periklanan hingga Memiliki Tim di Mancanegara

IDNEWSUPDATE.COM — Yeni Dahlia, lahir di Jakarta pada 24 April 1994, merupakan...

Bursa Efek Indonesia Hentikan Perdagangan Akibat IHSG Anjlok Signifikan

IDNEWSUPDATE.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham...