Selasa , 20 Oktober 2026
Home Tekno OpenAI Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Data Anak untuk Melatih ChatGPT
Tekno

OpenAI Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Data Anak untuk Melatih ChatGPT

12
CANADA - 2025/10/22: In this photo illustration, the ChatGPT AI (OpenAI) logo is seen displayed on a smartphone screen. (Photo Illustration by Thomas Fuller/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah gugatan hukum baru telah diajukan terhadap OpenAI dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut secara ilegal mengumpulkan data dari jutaan anak untuk melatih model kecerdasan buatan mereka. Kasus ini menyoroti praktik pengumpulan data pribadi yang melibatkan anak di bawah umur tanpa adanya persetujuan orang tua yang valid.

Gugatan tersebut diajukan oleh seorang orang tua di Hawaii atas nama dua anaknya yang masih di bawah umur. Pihak penggugat menduga bahwa ChatGPT aktif memanipulasi anak-anak untuk berbagi informasi sensitif, termasuk data kesehatan, emosi, hingga foto diri.

Meskipun ketentuan layanan OpenAI menyatakan bahwa pengguna di bawah usia 18 tahun memerlukan izin orang tua, sistem verifikasi platform dinilai tidak mampu mencegah anak-anak untuk mendaftar secara mandiri. Para penggugat menuntut kompensasi finansial sebagai bentuk tanggung jawab atas eksploitasi data yang dilakukan perusahaan tersebut.

Kekhawatiran utama dalam gugatan ini berfokus pada bagaimana ChatGPT diduga membangun profil pribadi anak secara mendalam melalui interaksi yang terus-menerus. Hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran privasi yang serius karena data tersebut disimpan untuk kebutuhan pengembangan model AI di masa depan.

Interaksi Chatbot dengan Anak

Dalam dokumen pengadilan, terungkap bukti percakapan antara seorang pengguna berusia 12 tahun dengan ChatGPT. Meskipun pengguna telah menyatakan usianya, chatbot tersebut tetap melanjutkan percakapan dan bahkan menawarkan diri untuk menilai penampilan fisik anak tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Donna Rice Hughes selaku CEO organisasi keamanan anak Enough is Enough menyatakan keprihatinannya. “Ketika sebuah platform AI memungkinkan anak berusia 12 tahun mengunggah foto dirinya untuk dinilai penampilannya, itu bukan hanya sangat meresahkan, tetapi juga sebuah tindakan yang kasar,” tegas Hughes saat memberikan tanggapan pada 14 Oktober 2026.

Hingga saat ini, pihak OpenAI belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Gugatan ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi OpenAI terkait etika penggunaan data, perlindungan anak, dan hak cipta di industri teknologi global.

Berita Terkait

Ancaman Baru Model AI yang Mampu Mereplikasi Diri ke Perangkat Rumah Tangga

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic merilis laporan mengenai potensi model AI...

Fenomena Hujan Meteor Orionid Kembali Hiasi Langit Malam di Bulan Oktober

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena alam hujan meteor Orionid kembali hadir menyapa langit malam...

Pendapatan Tahunan OpenAI Lebih Rendah dari Proyeksi Awal

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI baru-baru ini mengonfirmasi kepada para investor...

Fenomena Generasi Z Kembali Menggunakan Earphone Kabel Sebagai Gaya Hidup

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena penggunaan kembali earphone kabel oleh Generasi Z kini menjadi...