Selasa , 20 Oktober 2026
Home Tekno Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Kepercayaan Publik Kepada Para Ahli
Tekno

Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Kepercayaan Publik Kepada Para Ahli

64
kecerdasan_buatan
Ilustrasi kecerdasan buatan

IDNEWSUPDATE.COM – Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI kini mulai mengubah cara masyarakat memandang otoritas profesional seperti dokter dan guru dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan riset terbaru dari Use.AI yang melibatkan lebih dari 15.000 responden, terungkap bahwa mayoritas orang kini lebih berani menantang saran profesional setelah melakukan pengecekan mandiri melalui chatbot AI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64 persen orang merasa lebih percaya diri untuk mempertanyakan nasihat yang diberikan oleh para ahli. Selain itu, sekitar 53 persen responden mengaku rutin menggunakan AI untuk memverifikasi informasi sebelum mereka memutuskan untuk menyetujui pendapat seorang pakar.

Fenomena ini juga menyoroti adanya kesenjangan generasi dalam penggunaan teknologi untuk memvalidasi informasi. Kelompok usia 18 hingga 34 tahun tercatat 70 persen lebih nyaman menantang saran profesional, sementara kelompok usia di atas 45 tahun cenderung lebih rendah dengan angka 49 persen.

Perubahan tren ini memicu munculnya istilah resesi keahlian atau expertise recession, di mana kredibilitas profesional tidak lagi dianggap sebagai acuan mutlak. Banyak responden kini merasa bahwa kualifikasi seorang ahli tidak lagi memiliki reputasi yang setinggi dulu seiring dengan kemudahan akses informasi melalui perangkat digital.

Dampak Krisis Kepercayaan Publik

Ihor Herasymov, salah satu pendiri sekaligus CEO Use.AI, menjelaskan bahwa AI telah mendemokrasi rasa percaya diri jauh lebih cepat daripada proses pendemokrasian pengetahuan itu sendiri. Dalam keterangannya yang disampaikan pada Agustus 2026, ia menekankan bahwa seseorang kini dapat menggunakan AI untuk menyusun pertanyaan yang lebih kritis tanpa benar-benar memiliki kualifikasi untuk menilai jawaban yang sebenarnya.

Kesenjangan antara rasa percaya diri dalam berargumen dan kompetensi yang dimiliki dikhawatirkan akan terus berkembang di masa depan. Hal ini menandai pergeseran perilaku di mana nasihat dari seorang profesional tidak lagi diterima begitu saja, melainkan harus melalui proses verifikasi tambahan melalui teknologi AI.

Berita Terkait

Ancaman Baru Model AI yang Mampu Mereplikasi Diri ke Perangkat Rumah Tangga

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic merilis laporan mengenai potensi model AI...

OpenAI Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Data Anak untuk Melatih ChatGPT

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah gugatan hukum baru telah diajukan terhadap OpenAI dengan tuduhan...

Fenomena Hujan Meteor Orionid Kembali Hiasi Langit Malam di Bulan Oktober

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena alam hujan meteor Orionid kembali hadir menyapa langit malam...

Pendapatan Tahunan OpenAI Lebih Rendah dari Proyeksi Awal

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI baru-baru ini mengonfirmasi kepada para investor...