IDNEWSUPDATE.COM – Peneliti dari Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa posisi lengan yang tidak ditopang dengan benar saat pemeriksaan medis dapat meningkatkan hasil pembacaan tekanan darah sistolik hingga 6,5 mmHg. Temuan yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine ini menunjukkan bahwa kesalahan teknis sederhana tersebut berpotensi memengaruhi ketepatan diagnosis hipertensi bagi pasien.
Dalam studi yang dilakukan antara Agustus 2022 hingga Juni 2023 tersebut, para ahli membandingkan tiga posisi lengan saat pemeriksaan tekanan darah, yakni lengan yang diletakkan di atas meja, lengan di atas pangkuan, dan lengan yang dibiarkan menggantung tanpa dukungan. Hasilnya menunjukkan bahwa meletakkan lengan di pangkuan meningkatkan tekanan sistolik sebesar 4 mmHg, sementara lengan yang tergantung bebas menambah angka tersebut hingga 7 mmHg.
Tammy Brady, M.D., Ph.D., peneliti senior dalam studi ini, menekankan bahwa posisi lengan memberikan perbedaan besar dalam mendapatkan pengukuran yang akurat saat diwawancarai pada September 2026. Para ahli medis menyarankan agar pasien selalu memastikan lengannya disangga dengan kokoh di atas meja atau permukaan datar lainnya selama proses pengecekan tekanan darah berlangsung.
Kesalahan posisi ini cukup signifikan karena perbedaan 6,5 mmHg dapat mengubah hasil bacaan dari tingkat normal menjadi kategori hipertensi tahap 2. Oleh karena itu, para peneliti mengimbau agar baik tenaga medis maupun pasien lebih memperhatikan prosedur standar pengukuran tekanan darah guna menghindari kekeliruan diagnosis.
Prosedur Pengukuran Tekanan Darah yang Akurat
Berdasarkan pedoman American Heart Association, terdapat beberapa langkah krusial untuk memastikan keakuratan hasil pembacaan tekanan darah:
- Menggunakan manset dengan ukuran yang sesuai dengan lengan atas pasien.
- Memastikan punggung pasien bersandar dengan nyaman dan kaki menapak rata di lantai tanpa menyilang.
- Memosisikan bagian tengah manset setinggi jantung.
- Menopang lengan secara stabil di atas meja atau permukaan datar.
Meskipun protokol ini telah ditetapkan, masih sering ditemukan praktik pemeriksaan di mana lengan pasien tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Peneliti menegaskan bahwa pasien perlu melakukan advokasi terhadap diri sendiri dalam lingkungan klinis maupun saat melakukan pengecekan mandiri di rumah agar data kesehatan yang diperoleh tetap valid.
