IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Pariwisata secara resmi memperkenalkan enam desa wisata terpilih sebagai destinasi edutrip atau wisata edukasi kepada berbagai institusi sekolah di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengintegrasikan kebutuhan kurikulum pendidikan dengan pengalaman wisata berbasis kearifan lokal, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Adapun enam destinasi yang dipromosikan meliputi Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Desa Wisata Krebet di Bantul, serta Desa Wisata Les dan Desa Wisata Sudaji di Buleleng. Selain itu, terdapat pula Desa Wisata Bugisan di Klaten dan Desa Wisata Selamanik di Ciamis yang menawarkan potensi pembelajaran luar ruang bagi para siswa.
Pemerintah menargetkan desa-desa ini menjadi ruang belajar terbuka di mana siswa dapat mengeksplorasi budaya, kelestarian alam, hingga pola kehidupan masyarakat setempat. Kemenpar juga telah memberikan pendampingan intensif agar setiap desa mampu menyajikan materi edukatif, mulai dari bidang ekologi, sains, hingga kewirausahaan yang selaras dengan mata pelajaran sekolah.
Aspek keselamatan peserta didik juga menjadi prioritas utama dengan diterapkannya standar manajemen risiko yang ketat. Selain itu, transparansi biaya perjalanan dan kemudahan sistem pembayaran non-tunai kini tengah disosialisasikan kepada pihak sekolah untuk mendukung kelancaran administrasi perjalanan wisata edukasi.
Fokus Pengembangan Wisata Edukasi
“Melalui promosi dan pemasaran langsung kepada para pengambil keputusan di sekolah, kami berharap tercipta keterhubungan antara kebutuhan kurikulum sekolah dan produk wisata edukasi yang ditawarkan desa wisata,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, Kamis (8/10/2026).
Program ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan pelajar, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan nusantara dari segmen sekolah. Strategi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengampanyekan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Promosi tersebut dilakukan dalam rangkaian acara 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026 yang berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Dengan melibatkan lebih dari 460 sekolah di bawah naungan Satuan Pendidikan Kerja Sama, Kemenpar optimis kemitraan antara desa wisata dan institusi pendidikan akan terus berkembang di masa depan.
