Selasa , 20 Oktober 2026
Home Tekno Fenomena Hujan Meteor Orionid Kembali Hiasi Langit Malam di Bulan Oktober
Tekno

Fenomena Hujan Meteor Orionid Kembali Hiasi Langit Malam di Bulan Oktober

16

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena alam hujan meteor Orionid kembali hadir menyapa langit malam selama periode 2 Oktober hingga 7 November 2026. Puncak dari peristiwa astronomi tahunan ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 hingga 22 Oktober mendatang.

Fenomena ini tercipta ketika Bumi melintasi jalur puing-puing berupa debu dan es yang ditinggalkan oleh Komet Halley saat mengorbit matahari ratusan tahun silam. Partikel-partikel tersebut kemudian memasuki atmosfer Bumi, terbakar, dan menciptakan kilatan cahaya yang sering disebut sebagai bintang jatuh. Menurut data UK Meteor Network yang dirilis pada Oktober 2026, hujan meteor Orionid berasal dari sisa-sisa material yang ditinggalkan Komet Halley di tata surya.

Para ahli mencatat bahwa meteor Orionid termasuk kategori meteor dengan kecepatan tinggi saat memasuki atmosfer. NASA melaporkan kecepatan meteor ini mencapai sekitar 66 kilometer per detik, menjadikannya salah satu yang tercepat di antara fenomena serupa.

Meskipun dapat disaksikan dari berbagai belahan dunia, terdapat tantangan tersendiri pada tahun ini. Cahaya Bulan yang sedang dalam fase cembung membesar diprediksi akan menyamarkan sebagian meteor yang redup. Oleh karena itu, pengamat disarankan memilih waktu pengamatan yang tepat agar mendapatkan hasil visual yang optimal.

Panduan Tepat Melihat Meteor

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan hujan meteor Orionid, terdapat beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk pengalaman terbaik:

  • Waktu terbaik untuk pengamatan adalah beberapa jam sebelum subuh ketika rasi bintang Orion berada di posisi tinggi di langit.
  • Cari lokasi yang jauh dari polusi cahaya kota untuk memastikan langit terlihat lebih gelap.
  • Gunakan posisi duduk atau berbaring agar lebih nyaman saat menatap langit dalam durasi yang lama.
  • Tidak perlu menggunakan alat bantu seperti teleskop atau teropong karena meteor dapat terlihat jelas dengan mata telanjang.
  • Berikan waktu sekitar 30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap sebelum mulai mengamati langit.
  • Hindari hanya menatap rasi bintang Orion; arahkan pandangan ke area langit yang lebih luas agar peluang melihat meteor yang melintas menjadi lebih besar.

Berita Terkait

Ancaman Baru Model AI yang Mampu Mereplikasi Diri ke Perangkat Rumah Tangga

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic merilis laporan mengenai potensi model AI...

OpenAI Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Data Anak untuk Melatih ChatGPT

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah gugatan hukum baru telah diajukan terhadap OpenAI dengan tuduhan...

Pendapatan Tahunan OpenAI Lebih Rendah dari Proyeksi Awal

IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI baru-baru ini mengonfirmasi kepada para investor...

Fenomena Generasi Z Kembali Menggunakan Earphone Kabel Sebagai Gaya Hidup

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena penggunaan kembali earphone kabel oleh Generasi Z kini menjadi...