Rabu , 21 Oktober 2026
Home Sehat Studi Terbaru Ungkap Dampak Makanan Ultraproses Terhadap Kanker Usus Besar
Sehat

Studi Terbaru Ungkap Dampak Makanan Ultraproses Terhadap Kanker Usus Besar

6

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah penelitian terbaru dari QIMR Berghofer Medical Research Institute Australia menemukan adanya kaitan spesifik antara konsumsi makanan ultraproses dengan risiko kanker usus besar. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine ini menyoroti bahwa dampak kesehatan dari produk olahan sangat bergantung pada jenis bahan serta kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Para peneliti menganalisis data pola makan dari lebih dari 460.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia antara 50 hingga 71 tahun. Data tersebut dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan pada pertengahan tahun 1990-an, kemudian para partisipan dipantau secara berkala selama hampir dua dekade.

Hasil pengamatan selama 20 tahun tersebut menunjukkan bahwa terdapat 10.075 kasus diagnosis kanker usus besar di antara para partisipan. Temuan ini menjadi bukti penting mengenai perlunya kewaspadaan terhadap jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Variasi Kaitan Makanan dengan Risiko Penyakit

Penelitian ini memberikan klasifikasi jelas mengenai produk ultraproses yang berisiko tinggi dan yang cenderung aman dikonsumsi. Berikut adalah ringkasan temuan para peneliti:

  • Produk daging ultraproses seperti hot dog dan daging sandwich memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
  • Makanan ultraproses yang mengandung biji-bijian utuh, serat, kalsium, dan produk susu—contohnya roti gandum serta yogurt berperisa—justru berhubungan dengan risiko yang lebih rendah.
  • Mengganti 10 persen asupan makanan ultraproses dengan makanan minim proses dalam porsi yang setara dapat menurunkan insiden kanker usus besar sebesar 2 persen.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini menyoroti keragaman makanan ultraproses serta pentingnya kualitas pola makan secara keseluruhan, termasuk memprioritaskan makanan padat nutrisi dan membatasi makanan yang tinggi gula tambahan, garam, dan lemak jenuh, ungkap sebuah pernyataan terbaru dari QIMR Berghofer Medical Research Institute Australia pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Berita Terkait

Menkes Ingatkan Bahaya Kesehatan Mengonsumsi Kol Goreng

IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras kepada masyarakat...

Studi Terbaru Ungkap Dampak Tersembunyi Suplemen Vitamin D2 Bagi Tubuh

IDNEWSUPDATE.COM – Para ilmuwan dari University of Surrey mengungkapkan temuan bahwa konsumsi...

Posisi Lengan yang Salah Dapat Membuat Tekanan Darah Terbaca Lebih Tinggi

IDNEWSUPDATE.COM – Peneliti dari Johns Hopkins Medicine menemukan bahwa posisi lengan yang...

Aphrodite P3 Exfoliating Peeling Gel, Perawatan Eksfoliasi dari Korea untuk Kulit Lebih Bersih dan Cerah

IDNEWSUPDATE.COM –  Eksfoliasi merupakan salah satu tahapan perawatan wajah yang berperan penting...