Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Eskalasi Konflik Timur Tengah Bikin Harga Bitcoin Terjun Bebas
    Bisnis

    Eskalasi Konflik Timur Tengah Bikin Harga Bitcoin Terjun Bebas

    13

    IDNEWSUPDATE.COM –  Harga aset kripto utama, Bitcoin, mengalami kejatuhan signifikan pada Sabtu, 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan militer ke Iran. Penurunan drastis ini menyebabkan nilai Bitcoin merosot hingga mendekati level US$63.000 dalam waktu singkat akibat sentimen negatif di pasar global.

    Koreksi harga ini terjadi dengan cepat, di mana Bitcoin kehilangan nilai sekitar 3 persen hanya dalam beberapa jam. Level tersebut tercatat mendekati titik terendah yang pernah dicapai pada 5 Februari 2026, saat harganya sempat berada di bawah US$60.000.

    Meskipun sempat menunjukkan upaya pemulihan dengan menyentuh kisaran US$65.000, Bitcoin kembali mengalami tekanan jual dan melemah. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.41 WIB, harga Bitcoin menunjukkan pemulihan tipis 1,31 persen dalam 24 jam terakhir, membawanya ke posisi US$66.762,06 atau setara Rp1,12 miliar.

    Menurut para analis, fenomena ini sejalan dengan pola historis di mana aset kripto bereaksi cepat terhadap guncangan geopolitik. Sifat pasar kripto yang beroperasi 24 jam nonstop membuat Bitcoin menjadi salah satu aset yang paling mudah dilikuidasi oleh investor untuk menghindari risiko, terutama saat pasar keuangan tradisional sedang tutup pada akhir pekan.

    Sentimen Investor dan Proyeksi Jangka Pendek

    Akibatnya, Bitcoin sering kali berfungsi sebagai indikator awal dari sentimen risk-off global, menyerap tekanan jual yang dalam situasi normal juga akan berdampak pada pasar saham dan komoditas. Ketidakmampuan harga untuk stabil di atas level US$65.000 mengindikasikan bahwa para pelaku pasar masih bersikap sangat hati-hati.

    Meningkatnya tensi di Timur Tengah menambah lapisan ketidakpastian yang signifikan bagi pasar keuangan secara keseluruhan. Investor kini mengamati dengan cermat apakah Bitcoin mampu mempertahankan level dukungan psikologis di US$60.000 atau berisiko mengalami penurunan lebih lanjut jika eskalasi konflik terus berlanjut.

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...