Sabtu , 5 September 2026
Home Pendidikan Olah Talas Menjadi Tepung, PPK Ormawa Dorong Pengolahan Potensi Lokal Desa Cipelang
Pendidikan

Olah Talas Menjadi Tepung, PPK Ormawa Dorong Pengolahan Potensi Lokal Desa Cipelang

37
Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan
Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengolahan talas menjadi tepung talas di sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengolahan talas menjadi tepung talas di sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, serta volunteer PPK Ormawa sebagai bentuk kolaborasi dalam mengembangkan potensi pertanian lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ayu Suminar selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan dan Ekky Mulyana selaku Ketua RW 02 Desa Cipelang sebagai narasumber. Keduanya turut memberikan pandangan mengenai pemanfaatan potensi talas serta pentingnya pengolahan hasil pertanian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ayu Suminar selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan menjelaskan bahwa pengolahan talas menjadi tepung merupakan salah satu bentuk inovasi sederhana untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

“Talas yang selama ini dikenal sebagai salah satu hasil pertanian masyarakat sebenarnya masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk. Melalui pengolahan menjadi tepung, kita mencoba memperpanjang pemanfaatannya sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk pangan lainnya,” ujar Ayu.

Menurut Ayu, proses pengolahan tersebut juga menjadi bagian dari transfer pengetahuan kepada masyarakat. Dengan terlibat secara langsung dalam setiap tahapan, masyarakat tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses yang diperlukan untuk menghasilkan bahan baku yang dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Ekky Mulyana selaku Ketua RW 02 Desa Cipelang menyampaikan bahwa pemanfaatan potensi pertanian lokal seperti talas dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan desa.

“Potensi yang ada di Desa Cipelang harus bisa dimanfaatkan dan dikembangkan bersama. Kalau hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk lain, tentu akan memberikan peluang dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap Ekky Mulyana.

Ia juga menilai kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkenalkan cara pengolahan serta membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan komoditas lokal.

Kegiatan pengolahan diawali dengan persiapan bahan baku berupa talas hasil pertanian masyarakat. Talas terlebih dahulu dipilih dan dipastikan dalam kondisi baik sebelum memasuki tahapan pengolahan. Selanjutnya, talas dibersihkan dan dikupas untuk menghilangkan tanah serta bagian yang tidak diperlukan. Proses tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, volunteer PPK Ormawa, dan Tim PPK Ormawa.

Setelah proses pembersihan dan pengupasan, talas dipotong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mempermudah proses pengeringan. Potongan talas kemudian dikeringkan hingga kadar airnya berkurang dan bahan menjadi lebih siap untuk diolah. Tahapan pengeringan menjadi salah satu proses penting karena kondisi bahan akan memengaruhi kualitas tepung yang dihasilkan.

Talas yang telah kering selanjutnya dihaluskan hingga menjadi bentuk tepung. Proses penghalusan dilakukan secara bertahap untuk memperoleh ukuran partikel yang lebih seragam. Setelah itu, tepung dapat diayak untuk memisahkan bagian yang masih berukuran kasar sehingga diperoleh tepung talas dengan tekstur yang lebih halus dan sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku produk olahan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses menghasilkan tepung talas, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani memperoleh pengalaman secara langsung mengenai tahapan pengolahan talas, mulai dari persiapan bahan baku hingga menghasilkan produk setengah jadi berupa tepung.

Keterlibatan volunteer PPK Ormawa turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan. Para volunteer bekerja bersama masyarakat dalam setiap tahapan pengolahan sehingga tercipta suasana kolaboratif dan gotong royong. Kehadiran volunteer juga menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Cipelang.

Pengolahan talas menjadi tepung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal. Talas yang sebelumnya dapat dimanfaatkan terutama sebagai bahan pangan segar, melalui proses pengolahan dapat memiliki bentuk penyimpanan dan pemanfaatan yang lebih beragam. Tepung talas juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan olahan.

Bagi masyarakat Desa Cipelang, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mengenai peluang pengembangan produk berbasis komoditas lokal. Pengolahan hasil pertanian tidak hanya dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat diarahkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Sekretariat Kelompok Wanita Tani menjadi ruang penting dalam pelaksanaan kegiatan karena berfungsi sebagai tempat berkumpul, belajar, dan melakukan praktik pengolahan bersama. Pemanfaatan ruang tersebut juga memperkuat peran Kelompok Wanita Tani dalam mendukung pengembangan potensi pangan lokal serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pengolahan ini merupakan lanjutan dari pemanfaatan hasil panen talas yang sebelumnya diperoleh dari lahan masyarakat. Dengan demikian, terdapat rangkaian yang saling terhubung mulai dari budidaya dan pemanenan, pemanfaatan hasil pertanian, hingga proses pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi tepung talas menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan komoditas lokal sekaligus membuka peluang pengembangan produk turunan di masa mendatang.

Ke depannya, tepung talas yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, pengemasan, daya simpan, serta potensi pemasaran. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah lanjutan dalam membangun usaha berbasis potensi lokal Desa Cipelang.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kelompok Tani berperan dalam menyediakan dan mengelola potensi pertanian, Kelompok Wanita Tani berperan dalam pengolahan dan pengembangan potensi pangan, sementara volunteer PPK Ormawa turut mendukung pelaksanaan kegiatan bersama Tim PPK Ormawa.

Melalui semangat gotong royong, pengetahuan, dan inovasi, pengolahan talas menjadi tepung menjadi salah satu langkah konkret dalam mengembangkan potensi lokal Desa Cipelang. Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Kelompok Wanita Tani ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali proses pengolahan, tetapi dapat menjadi awal dari pengembangan produk talas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, dari satu komoditas lokal dapat lahir peluang baru melalui proses pengolahan dan kolaborasi. Talas tidak hanya menjadi hasil panen, tetapi dapat dikembangkan menjadi tepung talas sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Melalui PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan, potensi tersebut terus didorong agar dapat menjadi bagian dari penguatan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Cipelang.

Berita Terkait

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...

Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia

IDNEWSUPDATE.COM –  Semangat gotong royong yang selama ini hidup dalam tradisi jimpitan...

Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...

Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Melalui Laman SIPINTAR

IDNEWSUPDATE.COM – Peserta didik serta orang tua saat ini dapat melakukan pengecekan...