Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Kekhawatiran Pergeseran Konsumen BBM Subsidi
    Bisnis

    Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Kekhawatiran Pergeseran Konsumen BBM Subsidi

    16



    IDNEWSUPDATE.COM–  Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menyoroti pentingnya pengawasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seiring dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamina Dex dan Pertamax Turbo, dinilai wajar mengikuti tren kenaikan harga minyak mentah dunia.

    Namun, Bhima mengkhawatirkan potensi pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Kenaikan Pertamina Dex yang signifikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, misalnya, dapat mendorong industri seperti pertambangan dan perkebunan yang sebelumnya menggunakan Pertamina Dex untuk beralih ke solar subsidi. Hal ini berpotensi mengganggu pasokan solar subsidi, terutama di wilayah luar Jawa.

    Pengawasan Ketat untuk Cegah Kebocoran BBM Subsidi

    Bhima menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap solar subsidi untuk mencegah kebocoran. “Jadi pengawasan terhadap solar subsidi ini juga harus ketat, terutama di luar pulau Jawa, baik yang digunakan untuk logistik, maupun untuk alat-alat berat,” ujar Bhima. Ia menambahkan bahwa selisih harga yang terlalu besar antara solar subsidi dan nonsubsidi dapat memicu pergeseran konsumen yang masif.

    Selain itu, kenaikan harga Pertamax Turbo juga dikhawatirkan akan mendorong konsumen beralih ke Pertamax, yang harganya tidak mengalami kenaikan. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan harga yang lebar antara Pertamax dan Pertamax Turbo. Bhima berpendapat bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini bersifat temporer seiring penurunan eskalasi konflik global.

    Untuk mengatasi potensi dampak negatif, Bhima menyarankan pemerintah tidak hanya memperketat pengawasan, tetapi juga memberikan insentif bagi pelaku usaha yang tetap menggunakan BBM nonsubsidi. Insentif ini diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi dan mencegah terjadinya efisiensi atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...