Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Strategi Cerdas Hemat Uang Tanpa Merana Saat Ekonomi Bergolak
    BisnisTips

    Strategi Cerdas Hemat Uang Tanpa Merana Saat Ekonomi Bergolak

    13

    IDNEWSUPDATE.COM – Kondisi ekonomi global yang tidak stabil mengharuskan masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan pribadi. Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan fluktuasi nilai tukar mata uang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kestabilan finansial rumah tangga.

    Menghadapi ketidakpastian ekonomi, para ahli menyarankan fokus utama adalah pada prioritas pengeluaran. Kebutuhan primer seperti pangan, transportasi, dan keperluan rumah tangga harus menjadi yang utama. “Dari kebutuhan utama itu pun tetap diupayakan untuk berhemat. Misalnya makan dengan masakan di rumah supaya pengeluaran bisa tetap terjaga,” ujar perencana keuangan Tejasari seperti dilansir CNN Indonesia.

    Pentingnya membangun dana darurat juga ditekankan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini. Dana darurat sebaiknya disimpan dalam instrumen yang mudah dicairkan dan aman, seperti tabungan, deposito, emas, atau reksa dana pasar uang. Hindari menempatkan dana dalam aset yang sulit diakses saat mendesak. Selain itu, sangat disarankan untuk tidak menambah utang baru dan jika memungkinkan, segera melunasi pinjaman yang memiliki bunga tinggi.

    Mengatur prioritas pengeluaran menjadi kunci utama dalam berhemat. Kebutuhan wajib seperti pembayaran cicilan, tagihan utilitas, dan biaya pendidikan anak harus didahulukan. Kebutuhan penting lain yang bisa disesuaikan, seperti biaya makan sehari-hari dan transportasi, dapat dikelola lebih ketat. Sementara itu, pengeluaran untuk hiburan atau kesenangan disarankan untuk dikurangi selama periode ekonomi yang tidak pasti.

    Pembagian Persentase Pengeluaran yang Efektif

    Tejasari merekomendasikan komposisi pengeluaran umum: 40% untuk kebutuhan rutin, maksimal 30% untuk cicilan utang, minimal 10% untuk tabungan atau investasi, dan 20% untuk kebutuhan pribadi. Komposisi ini bisa disesuaikan dengan kondisi individu. Jika seseorang tidak memiliki utang, porsi tabungan dan investasi bisa ditingkatkan hingga 40%.

    Bagi keluarga, porsi pengeluaran rutin dapat dipatok 40% dan diselaraskan dengan pengeluaran pribadi sekitar 20%, mengingat kebutuhan keluarga cenderung lebih besar. Individu lajang mungkin memiliki porsi pengeluaran pribadi yang lebih besar karena belum ada tanggungan keluarga yang signifikan.

    Perencana keuangan lainnya, Andy Nugroho, menawarkan skema yang berbeda dengan alokasi 55% untuk kebutuhan sehari-hari termasuk cicilan, 10% untuk tabungan atau investasi, 10% untuk dana darurat, 10% untuk pengembangan diri, 10% untuk hiburan, dan 5% untuk donasi.

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...