Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Ketua Komisi XI DPR Desak Bank Indonesia Kembalikan Rupiah ke Rp16.000
    Bisnis

    Ketua Komisi XI DPR Desak Bank Indonesia Kembalikan Rupiah ke Rp16.000

    23



    IDNEWSUPDATE.COM –  Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, meminta Bank Indonesia (BI) untuk bekerja keras mengembalikan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp16.000 per dolar Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Gubernur BI Perry Warjiyo beserta jajaran di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

    Misbakhun menekankan pentingnya menjaga kesepakatan politik terkait asumsi dasar ekonomi makro, khususnya nilai tukar rupiah yang telah disepakati antara pemerintah dan DPR. Ia menilai asumsi nilai tukar dalam APBN memiliki legitimasi politik yang harus dijaga oleh otoritas moneter. Menurutnya, langkah konkret dari Bank Indonesia sangat dibutuhkan karena rata-rata nilai tukar rupiah hingga kini belum menyentuh target asumsi makro yang telah ditetapkan.

    Upaya Pengembalian Nilai Tukar Rupiah

    “Kesepakatan politik terhadap nilai tukar, rata-ratanya, itu di tahun ini di 16.500 Rupiah. Tolong dijaga dan dihormati bahwa kita saat ini, keputusan politik sebagai kesepakatan itu di 16.500,” ujar Misbakhun dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Gubernur Bank Indonesia di Nusantara I Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (19/5/2026).

    Kondisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS menjadi tantangan serius bagi Bank Indonesia. Misbakhun mengkhawatirkan pelebaran nilai tukar di atas level asumsi dapat menyulitkan stabilisasi dan berdampak pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta daya beli masyarakat. Ia kemudian menyinggung pengalaman Indonesia menghadapi krisis moneter 1998-1999, di mana rupiah sempat menguat signifikan hingga Rp6.000 meskipun fundamental ekonomi dalam tekanan berat.

    Pengalaman tersebut, menurut Misbakhun, menunjukkan bahwa pergerakan rupiah tidak selalu sepenuhnya ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi. Ia mempertanyakan rumusan kebijakan yang digunakan otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global dan sentimen pasar.

    Sumber : CNBC Indonesia

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...