Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Rupiah Melemah Akibat Jalan Buntu Negosiasi Damai AS dan Iran
    Bisnis

    Rupiah Melemah Akibat Jalan Buntu Negosiasi Damai AS dan Iran

    17

    IDNEWSUPDATE.COM –  Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan pada Senin pagi akibat isu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelemahan ini dipicu oleh mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

    Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan Dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak mentah dunia turut membebani Rupiah. “Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin (11/5/2026).

    Pada Senin pagi, Rupiah tercatat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS, turun dari penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS.

    Menurut laporan Sputnik, Iran menolak usulan perdamaian dari Amerika Serikat karena dianggap sebagai “penerimaan tuntutan berlebihan” dari Washington. Kantor berita Iran, ISNA, sebelumnya melaporkan bahwa respons Iran terhadap usulan AS berfokus pada pengakhiran konflik serta penjaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menganggap tanggapan Iran terhadap proposal untuk mengakhiri konflik tersebut tidak dapat diterima.

    Detail Usulan dan Respons Negosiasi

    Press TV memberitakan bahwa tanggapan Iran menekankan perlunya Amerika Serikat membayar ganti rugi perang kepada Teheran. Pada awal Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima tanggapan AS terhadap usulan perdamaian 14 poin yang diajukan Iran, melalui perantara Pakistan. Kantor berita Tasnim melaporkan pada Minggu (11/5) bahwa usulan Iran untuk negosiasi lanjutan dengan AS mencakup pencabutan sanksi, kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz, dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

    Di sisi domestik, investor menantikan data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan mengalami penurunan dari 122,9 menjadi 122. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Rupiah diprediksi akan bergerak dalam kisaran Rp17.300-Rp17.400 per dolar AS.

    Sumber : antara

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...