IDNEWSUPDATE.COM – Menjelang musim libur sekolah, banyak pihak sekolah mulai merencanakan perjalanan studi tur maupun piknik kelompok yang memerlukan penyewaan armada bus pariwisata agar kegiatan berlangsung dengan aman dan nyaman. Perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk memastikan seluruh peserta perjalanan terlindungi selama berada di perjalanan menuju destinasi wisata.
Langkah utama yang wajib dilakukan adalah memastikan legalitas Perusahaan Otobus (PO) dengan memeriksa izin operasional melalui sistem Spionam milik Kementerian Perhubungan. Selain aspek legal, kondisi fisik kendaraan harus dipastikan lulus uji berkala atau e-KIR nasional guna menghindari kendala teknis yang tidak diinginkan di tengah perjalanan.
Manajemen waktu dan stamina pengemudi juga menjadi poin vital dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Sesuai dengan ketentuan regulasi, perusahaan otobus diwajibkan menyediakan dua pengemudi jika durasi perjalanan melampaui delapan jam dalam satu hari.
Djoko Setijowarno, selaku akademisi dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, menegaskan pentingnya pengaturan jadwal kerja kru bus agar tidak terjadi kelelahan saat mengemudi. “Penyewa wajib meminta penyediaan dua pengemudi jika durasi perjalanan melampaui delapan jam dalam sehari agar keselamatan tetap terjaga,” ujar Djoko saat memberikan keterangan pada 22 Juni 2026.
Strategi Keamanan dan Administrasi Perjalanan
Selain faktor teknis armada, aspek administrasi dan manajemen rute harus disusun secara mendetail sebelum keberangkatan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh panitia penyelenggara:
- Memastikan seluruh kesepakatan biaya, termasuk tol, parkir, dan retribusi, tertulis dengan jelas dalam kontrak sewa.
- Melakukan pengecekan fasilitas keselamatan di dalam kabin, seperti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan palu pemecah kaca.
- Memahami karakteristik jalur yang akan dilalui, terutama jika melintasi medan pegunungan yang menuntut performa pengereman optimal.
- Memastikan seluruh penumpang terlindungi oleh premi asuransi resmi dari PT Jasa Raharja yang terintegrasi dalam paket sewa.
- Membatasi muatan bagasi agar kendaraan tidak mengalami kelebihan beban yang dapat membahayakan stabilitas bus.
Dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelaikan armada, kondisi pengemudi, hingga kejelasan aspek legalitas, perjalanan wisata sekolah diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Langkah antisipasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral penyelenggara demi menjamin keselamatan siswa selama dalam perjalanan hingga kembali ke rumah.













