Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menguat pada Kuartal Ketiga 2026
    Bisnis

    Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menguat pada Kuartal Ketiga 2026

    4

    IDNEWSUPDATE.COM – Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz, memprediksi kinerja perekonomian nasional akan mengalami peningkatan pada kuartal III 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Optimisme ini didorong oleh percepatan realisasi belanja pemerintah yang dijadwalkan akan dioptimalkan pada semester kedua tahun ini.

    Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 diperkirakan mengalami perlambatan pasca berakhirnya berbagai faktor musiman di kuartal I, seperti momentum Lebaran dan pembayaran tunjangan hari raya. Selain itu, adanya masa transisi dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah turut memengaruhi laju fiskal pada periode tersebut.

    Kendati demikian, Irman Faiz menegaskan bahwa ruang untuk pemulihan ekonomi masih terbuka lebar pada semester II 2026. Hal ini didukung oleh besarnya sisa pagu belanja pemerintah yang belum terealisasi dan diharapkan dapat menjadi stimulus utama bagi sektor konsumsi serta investasi.

    “Di kuartal ketiga kami cukup optimistis pertumbuhan ekonomi lebih baik daripada kuartal kedua,” ujar Faiz dalam kegiatan Media Luncheon di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

    Potensi Stimulus Belanja Pemerintah

    Dampak dari percepatan belanja pemerintah diproyeksikan tidak hanya menyasar pada komponen konsumsi pemerintah saja, tetapi juga memberikan efek rambatan positif terhadap konsumsi rumah tangga dan aktivitas investasi. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,61 persen, dengan konsumsi pemerintah tumbuh signifikan mencapai 21,81 persen.

    Data Kementerian Keuangan per 7 Juli 2026 mencatat realisasi belanja pemerintah pusat baru mencapai 41,2 persen dari target tahunan. Kondisi ini memberikan ruang fiskal yang cukup besar untuk memacu pertumbuhan pada enam bulan terakhir tahun 2026. Meski begitu, pengelolaan fiskal harus tetap dilakukan secara terukur guna menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Pemerintah sendiri telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk semester II 2026. Langkah ini mencakup berbagai insentif, mulai dari bantuan pangan, program pelatihan vokasi, hingga dukungan stabilisasi harga guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    “Pemerintah perlu memastikan koleksi pajak dan penerimaan negara sesuai dengan target baru sehingga belanja untuk mendorong pertumbuhan pada semester kedua tetap dapat dilancarkan,” tegas Faiz pada Selasa (14/7/2026).

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...