IDNEWSUPDATE.COM – Seorang wisatawan asal Amerika Serikat viral setelah mengunggah video di TikTok yang menyatakan keinginan untuk segera pulang karena merasa biaya hidup di Singapura terlalu mahal. Keluhan tersebut disampaikan melalui akun pribadinya saat ia berada di kawasan Our Tampines Hub, Kamis (10/9/2026).
Dalam rekaman video berdurasi 51 detik tersebut, turis itu menyoroti harga sepaket kentang goreng di restoran cepat saji sebesar SG$4 atau sekitar Rp55 ribu. Selain itu, ia juga merasa keberatan dengan tarif taksi daring yang mencapai SG$20 atau sekitar Rp275 ribu untuk perjalanan selama sepuluh menit.
Unggahan ini langsung menarik perhatian luas dan telah disaksikan lebih dari 300 ribu kali oleh warganet. Banyak pihak memberikan tanggapan atas opini turis tersebut yang menganggap harga di Singapura tidak sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.
Kritik pedas pun datang dari warga lokal maupun sesama pengguna media sosial yang menyayangkan kurangnya riset sebelum bepergian. Salah satu warganet menyebut bahwa Singapura memang dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia, seperti yang dikutip dari media lokal Stomp pada Kamis (10/9/2026).
Respons Keras Warganet Lokal
Banyak warganet yang memberikan pembelaan dan mengkritik kebiasaan wisatawan barat yang sering menyamakan biaya hidup di Singapura dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Para pengguna media sosial menegaskan agar para turis melakukan riset biaya hidup sebelum berkunjung ke destinasi tersebut.
Singapura sendiri secara konsisten menduduki peringkat sebagai kota termahal di dunia untuk gaya hidup mewah menurut laporan Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026. Meskipun sering dikeluhkan mengenai biaya hidupnya, Singapura tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan karena faktor keamanan, tingkat kejahatan yang rendah, serta standar kualitas hidup yang tinggi.
