IDNEWSUPDATE.COM – Para ilmuwan dari University of Surrey mengungkapkan temuan bahwa konsumsi suplemen vitamin D2 secara rutin berpotensi menurunkan kadar vitamin D3 alami di dalam tubuh manusia. Penelitian yang dipublikasikan sepanjang tahun 2025 dan 2026 ini menyoroti perlunya kewaspadaan dalam memilih jenis suplemen vitamin D yang dikonsumsi masyarakat.
Selama ini, vitamin D2 dan D3 sering dianggap sebagai komponen yang setara dalam meningkatkan status nutrisi tubuh. Namun, analisis data dari sejumlah uji klinis menunjukkan bahwa suplemen vitamin D2 justru dapat menyebabkan penurunan konsentrasi vitamin D3, bentuk vitamin yang diproduksi secara alami oleh kulit saat terpapar sinar matahari. Vitamin D3 dikenal lebih efektif dalam meningkatkan serta menjaga kadar vitamin D di dalam darah dibandingkan dengan vitamin D2.
Fungsi utama vitamin D meliputi penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang serta mendukung kinerja saraf, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, para ahli menekankan bahwa penurunan kadar vitamin D3 akibat asupan D2 tidak serta-merta berarti suplemen tersebut berbahaya, melainkan menunjukkan bahwa keduanya memiliki efek metabolik yang berbeda.
Pakar dari University of Surrey, Emily Brown, menyatakan bahwa vitamin D3 mungkin lebih bermanfaat bagi sebagian besar individu dibandingkan dengan vitamin D2. “Kami menemukan bahwa suplemen vitamin D2 justru dapat menurunkan kadar vitamin D3 di dalam tubuh, sebuah efek yang sebelumnya tidak diketahui saat kami melakukan penelitian pada tahun 2025,” ujar Emily Brown.
Perbedaan Metabolik Vitamin D
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa vitamin D3 memiliki peran lebih spesifik dalam merangsang sistem kekebalan tubuh, khususnya melalui jalur sinyal interferon tipe I yang berfungsi sebagai pertahanan awal terhadap bakteri dan virus. Meskipun vitamin D2 tetap memiliki manfaat biologis dalam mengatur hormon paratiroid dan kadar kalsium, bukti ilmiah yang terkumpul saat ini cenderung lebih mendukung penggunaan vitamin D3 sebagai pilihan utama untuk mempertahankan kadar vitamin D yang optimal dalam jangka panjang.
Para peneliti saat ini masih melakukan kajian lebih dalam untuk memahami mengapa mekanisme tubuh cenderung mengurangi kadar D3 saat D2 meningkat. Hingga kesimpulan klinis lebih lanjut tercapai, pemilihan jenis suplemen yang tepat menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat, terutama saat memasuki bulan-bulan dengan intensitas sinar matahari yang rendah.
