IDNEWSUPDATE.COM – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI baru-baru ini mengonfirmasi kepada para investor bahwa pendapatan tahunan mereka mencapai angka 50 miliar dolar AS, jauh di bawah proyeksi sebelumnya yang sempat menyentuh 70 miliar dolar AS. Koreksi angka pendapatan ini muncul setelah adanya perbedaan metode perhitungan antara OpenAI dan kompetitornya, Anthropic, yang dilaporkan pada 8 Oktober 2026.
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa pendapatan OpenAI mendekati angka 70 miliar dolar AS berdasarkan data yang dibagikan kepada investor. Namun, laporan terbaru dari Financial Times menyatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil estimasi pihak luar yang mencoba membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan Anthropic secara langsung.
Penting untuk dicatat bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam cara kedua perusahaan teknologi tersebut menghitung pendapatan tahunan mereka. Pihak Anthropic memasukkan penjualan yang dilakukan oleh mitra cloud mereka ke dalam kalkulasi, sementara OpenAI tidak menerapkan metode perhitungan yang serupa.
Ketidakpastian mengenai angka pendapatan ini menjadi sorotan di tengah upaya OpenAI dalam menjustifikasi besarnya investasi yang masuk ke dalam perusahaan. Sebelumnya, OpenAI berhasil mengumpulkan dana sebesar 122 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan yang berlangsung pada Maret 2026.
Koreksi Proyeksi Keuangan OpenAI
Isu mengenai stabilitas finansial ini semakin menarik perhatian publik mengingat bocoran dokumen keuangan tahun 2025 menunjukkan bahwa perusahaan mencatatkan pengeluaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang mencapai 13 miliar dolar AS. Di sisi lain, rencana penawaran umum perdana atau IPO yang sempat diisukan akan dilaksanakan tahun ini, kini dikabarkan telah ditunda hingga awal tahun 2027.
