IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Generasi Z kini menjadi kelompok yang paling dominan dalam memilih musik serta konten hiburan yang bernuansa nostalgia. Studi bertajuk Then is Now: A Study on Modern Nostalgia ini melibatkan 1.800 responden dari Amerika Serikat, Inggris, dan Australia untuk membedah pola konsumsi budaya digital saat ini.
Laporan yang ditugaskan oleh Vevo tersebut menyoroti bagaimana platform streaming video musik menjadi jembatan bagi audiens muda untuk mengeksplorasi karya dari era 1980-an hingga 2000-an. Fenomena ini sering kali dipicu oleh kemunculan lagu-lagu lawas dalam berbagai serial televisi populer yang kemudian memicu rasa penasaran penonton untuk mencari karya aslinya.
Executive Vice President of Global Sales Vevo, Rob Christensen, menjelaskan bahwa kehadiran konten modern saat ini justru menjadi gerbang utama bagi generasi muda untuk menemukan kembali katalog lama. Konten baru saat ini justru menjadi pintu masuk agar katalog lama dan konten nostalgia ditemukan kembali, baik oleh penonton baru maupun oleh para penggemar lama, ujarnya pada Jumat (10/7/2026) lalu.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 64 persen responden dari kelompok Gen Z mengakui bahwa unsur nostalgia memberikan pengaruh signifikan terhadap pilihan konten yang mereka tonton. Selain itu, sekitar 88 persen di antaranya merasa bahwa elemen retro tersebut mampu menghadirkan pengalaman emosional yang jauh lebih mendalam.
Fenomena Nostalgia Pinjaman
Salah satu temuan menarik dalam studi ini adalah adopsi konsep borrowed nostalgia atau nostalgia pinjaman di kalangan Gen Z. Istilah ini merujuk pada kerinduan mendalam terhadap budaya atau suasana masa lampau yang sebenarnya belum pernah mereka alami secara langsung.
Perkembangan teknologi streaming yang menghapus batas antargenerasi memungkinkan audiens muda mengakses konten klasik dengan sangat mudah. Hal tersebut membuat mereka mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan berbagai momen budaya yang terjadi jauh sebelum mereka lahir. Kini, siklus tren budaya pop bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya, yang didorong oleh gaya hidup generasi digital yang selalu terhubung dengan akses konten tanpa batas.













