IDNEWSUPDATE.COM – Generasi Z saat ini menjadi kelompok konsumen yang mencatatkan peningkatan belanja produk kecantikan paling signifikan di pasar Indonesia. Fenomena ini didorong oleh perubahan perilaku belanja yang lebih eksploratif serta kesediaan mereka untuk mengeluarkan anggaran lebih demi mendapatkan produk premium, sebagaimana diungkapkan dalam media gathering Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).
Data dari Worldpanel menunjukkan bahwa Generasi Z tidak hanya menambah volume pembelian produk kecantikan, tetapi juga menunjukkan minat yang besar terhadap variasi kategori produk yang lebih luas. Berbeda dengan generasi milenial yang cenderung fokus mengeksplorasi ragam merek, Generasi Z lebih aktif mencoba berbagai merek sekaligus kategori produk baru untuk menjawab permasalahan kulit mereka, seperti jerawat.
Senior Account Manager Worldpanel, Fatima Ratu Zahra, menjelaskan bahwa perilaku tersebut didasari oleh keinginan untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik. “Gen Z merupakan generasi yang meningkatkan pembelanjaan produk kosmetik paling tinggi dibandingkan dengan generasi lainnya,” ujar Fatima Ratu Zahra, Selasa (1/9). Ia juga menambahkan bahwa mereka rela membeli produk dengan harga lebih tinggi demi mendapatkan standar kualitas yang lebih premium.
Selain faktor kualitas, masifnya penetrasi internet yang mencapai 98 persen pada kelompok usia ini menjadi kunci utama transformasi pola belanja. Sebanyak 56 persen dari total konsumen Generasi Z kini lebih memilih untuk melakukan transaksi pembelian produk kecantikan secara daring.
Peluang Industri Kosmetik Digital
Ketua Umum Perkosmi, Sancoyo Antarikso, menyatakan bahwa industri kosmetik tanah air harus terus beradaptasi dengan perubahan tren serta kemajuan teknologi. Digitalisasi telah memberikan akses yang sangat luas bagi konsumen muda untuk menjangkau berbagai merek kecantikan, baik lokal maupun global.
“Dari konsumen itu juga selalu berubah sesuai dengan perkembangan tren, teknologi, dan sebagainya,” ujar Sancoyo. Menurutnya, kemudahan akses melalui berbagai kanal belanja daring saat ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi produsen untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
