Selasa , 20 Oktober 2026
Home Pendidikan KKN Tematik 250 UNS Gandeng Polsek Gatak dan SMP Negeri 2 Gatak Gelar Sosialisasi Anti-Bullying bagi Siswa Baru
Pendidikan

KKN Tematik 250 UNS Gandeng Polsek Gatak dan SMP Negeri 2 Gatak Gelar Sosialisasi Anti-Bullying bagi Siswa Baru

49

IDNEWSUPDATE.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 250 Universitas Sebelas Maret di Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, bekerja sama dengan SMP Negeri 2 Gatak dan Kepolisian Sektor (Polsek) Gatak menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying dan Perlindungan Diri bagi siswa baru pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Tematik 250 UNS Membangun Desa dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter. Mahasiswa berperan dalam menginisiasi program, mempersiapkan kebutuhan kegiatan, serta berkoordinasi dengan pihak SMP Negeri 2 Gatak dan Polsek Gatak. Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung kelancaran sosialisasi sekaligus menghadirkan edukasi yang relevan bagi siswa baru selama MPLS.

Dery Arifany selaku Ketua Program Kerja Sosialisasi Anti-Bullying menyampaikan bahwa edukasi mengenai perundungan penting diberikan sejak dini, terutama ketika siswa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat lebih memahami berbagai bentuk perundungan, dampaknya, serta langkah yang tepat untuk mencegah dan melaporkannya. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap siswa berhak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dari seluruh warga sekolah,” ujar Dery Arifany selaku Ketua Program Kerja Sosialisasi Anti-Bullying KKN Tematik 250 UNS Membangun Desa.

Dalam pelaksanaannya, Polsek Gatak bertindak sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai perundungan dari perspektif keamanan dan ketertiban. Materi sosialisasi mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya bagi korban maupun pelaku. Perundungan dapat berupa tindakan verbal, seperti mengejek dan menghina, pengucilan sosial, intimidasi, maupun kekerasan fisik. Pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan ini penting agar siswa mampu mengenali perilaku yang tidak pantas dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa juga diajak memahami pentingnya menjaga sikap dalam pergaulan, menghargai perbedaan, serta tidak melakukan atau mendukung tindakan perundungan. Mereka didorong untuk mencari bantuan dari guru atau pihak tepercaya apabila mengalami maupun menyaksikan perundungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut mendukung penyampaian pesan edukatif mengenai perlindungan diri dan tanggung jawab dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Pelaksanaan sosialisasi pada masa MPLS menjadi momentum penting karena siswa sedang beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Penanaman nilai empati, toleransi, kedisiplinan, dan saling menghormati sejak awal diharapkan dapat membantu siswa membangun pertemanan yang positif. Peran aktif sekolah juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pesan kegiatan melalui komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta penanganan laporan perundungan secara tepat.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Upaya pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh siswa.

Melalui sinergi KKN Tematik 250 UNS Membangun Desa, SMP Negeri 2 Gatak, dan Polsek Gatak, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa baru mengenai pentingnya mencegah perundungan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi kontribusi mahasiswa UNS dalam mendukung pendidikan berkualitas dan membangun budaya saling menghormati demi terciptanya lingkungan sekolah yang positif, aman, dan bebas dari kekerasan.

Berita Terkait

Guru SD dari Banjarbaru Kalimantan Selatan Belajar ke China, Bawa Pulang Inspirasi Pendidikan untuk Indonesia

IDNEWSUPDATE.COM –  Kesempatan belajar ke luar negeri tidak selalu berawal dari kampus...

Kemenpar Genjot Sektor Wisata Edukasi Melalui Enam Desa Wisata Unggulan

IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Pariwisata secara resmi memperkenalkan enam desa wisata terpilih sebagai...

Panduan Mengenal Perbedaan Mendasar Antara Game Roblox dan Minecraft Bagi Orang Tua

IDNEWSUPDATE.COM – Banyak orang tua sering menganggap Roblox dan Minecraft sebagai permainan...

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...