Rabu , 22 Juli 2026
    Home Peristiwa Tiga Kota Kamboja Menjadi Pusat Kejahatan Judi dan Penipuan Online Mengancam WNI
    Peristiwa

    Tiga Kota Kamboja Menjadi Pusat Kejahatan Judi dan Penipuan Online Mengancam WNI

    11

    IDNEWSUPDATE.COM –  Pemerintah Kamboja mengidentifikasi tiga kota sebagai pusat utama aktivitas perjudian ilegal dan penipuan daring yang meresahkan, di mana sejumlah besar warga negara Indonesia dilaporkan menjadi korban maupun terpaksa terlibat.

    Tiga lokasi yang disorot adalah Poipet, Sihanoukville, dan Bavet, yang diduga menjadi basis operasi sindikat kejahatan siber internasional.

    Kota Poipet di Provinsi Banteay Meanchey menjadi salah satu titik krusial. Kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bagi warga Thailand dan sebagai jalur penyeberangan internasional, tetapi juga sebagai pusat maraknya perjudian, terutama yang dilakukan secara daring. Laporan menyebutkan bahwa sebagian operasi judi daring ini dikendalikan oleh warga Indonesia yang terjebak dalam jaringan tersebut.

    Pada bulan Juli lalu, otoritas Kamboja berhasil menangkap 271 warga negara Indonesia di Poipet dalam sebuah operasi besar-besaran yang menargetkan praktik penipuan daring.

    Selain Poipet, kota Sihanoukville, yang merupakan ibu kota provinsi dengan nama yang sama, juga menjadi sorotan. Wilayah ini diketahui memiliki sejumlah kawasan yang dioperasikan sebagai basis judi daring, dengan sebagian besar pekerjanya merupakan warga negara Indonesia. Kompong Dewa, yang tercatat sebagai entitas usaha properti di Sihanoukville, juga disebut sebagai bagian dari lini bisnis sebuah grup perusahaan asal Indonesia.

    Sihanoukville sendiri pernah diresmikan sebagai resor kasino terbesar pada tahun 1994 sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca perang saudara.

    Kota ketiga yang masuk dalam daftar adalah Bavet, yang terletak di perbatasan dengan Vietnam. Diperkirakan lebih dari tujuh ribu warga negara Indonesia menetap di kota ini, menurut data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh. Berbagai kasino besar pernah beroperasi di Bavet, namun saat ini, judi daring telah berkembang pesat menggantikan kasino fisik, dengan mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia.

    Kondisi mengerikan di kota-kota ini pernah diungkapkan oleh seorang warga negara Indonesia yang berhasil melarikan diri dari jebakan pekerja judi daring. Ia mengaku terpaksa mencuri dari perusahaan tempatnya bekerja untuk bisa pulang.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, sebelumnya mengingatkan bahwa Kamboja bukanlah tempat yang aman bagi warga negara Indonesia untuk mencari nafkah, dan terus mengampanyekan kesadaran mengenai risiko tersebut.

    Sumber : cnnindonesia.com

    Berita Terkait

    Sumatra Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem dan Belasan Wilayah Waspada

    IDNEWSUPDATE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara sebagai...

    Daftar Peringatan Penting yang Dirayakan Setiap Tanggal 20 Juli

    IDNEWSUPDATE.COM – Tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai momen penting di...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...

    Pemkab Bandung Barat Perkuat Tata Kelola Pengawasan Berbasis Digital Lewat Bimtek Aplikasi SIAP DAN

    IDNEWSUPDATE.COM –  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis...