Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Investasi Rp1,1 Triliun Susu Ultrajaya Siap Penuhi Kebutuhan MBG
    Bisnis

    Investasi Rp1,1 Triliun Susu Ultrajaya Siap Penuhi Kebutuhan MBG

    15

    IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan bahwa PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk telah menggelontorkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun. Dana ini dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi susu Ultra High Temperature (UHT) guna memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan peran krusial industri pengolahan susu dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Pemerintah terus mendorong investasi dan kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak lokal.

    “Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” ujar Menperin dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu.

    Sebagai wujud kesiapan, PT Ultrajaya telah mengoperasikan fasilitas produksi baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi sejak 8 Desember 2025. Pabrik ini dilengkapi tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml yang didesain khusus untuk mendukung program MBG. Rencana penambahan lini produksi lanjutan dijadwalkan mulai Maret 2026.

    Penerapan Teknologi Industri 4.0 Tingkatkan Daya Saing

    Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas produk, pabrik baru Ultrajaya telah mengadopsi sistem industri 4.0. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa transformasi digital ini berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri.

    “Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” jelas Putu Juli Ardika. Teknologi yang diimplementasikan meliputi Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), hingga sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS). Fasilitas ini juga dilengkapi Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltrasi untuk mendaur ulang limbah cair demi penggunaan kembali dalam proses produksi.

    Untuk memastikan pasokan bahan baku dari sisi hulu, PT Ultrajaya saat ini mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi. Perusahaan berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri. Kemenperin akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik untuk program MBG dan mengajak PT Ultrajaya menjadi percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi dalam seleksi National Lighthouse Industry 4.0.

    Melalui penguatan investasi, penerapan teknologi digital, serta sinergi dengan peternak dan koperasi susu, Kemenperin optimistis industri pengolahan susu nasional dapat mendukung ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.

    Sumber : antara

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...