Rabu , 22 Juli 2026
    Home Pendidikan Mendikdasmen : AI Takkan Gantikan Posisi Guru Dalam Pendidikan
    Pendidikan

    Mendikdasmen : AI Takkan Gantikan Posisi Guru Dalam Pendidikan

    13

    IDNEWSUPDATE.COM –  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran esensial guru dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, AI hanyalah sebuah teknologi yang memiliki keterbatasan dan tidak dapat mengambil alih seluruh aspek fundamental yang selama ini diemban oleh pendidik.

    Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa meskipun AI mampu mengolah data dan menyajikan informasi dengan kecepatan tinggi, teknologi ini tidak memiliki pengalaman hidup, tanggung jawab moral, serta dimensi kemanusiaan yang melekat kuat pada diri seorang guru. Beliau menekankan, “AI bisa memberi nasihat dan menjelaskan banyak hal, tetapi AI tidak bertindak dan tidak mengalami,” menunjukkan bahwa AI tidak dapat merasakan atau menjalani proses pembelajaran sebagaimana manusia.

    Dalam seminar nasional bertajuk “AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semua” yang diselenggarakan di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (24/1), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kendali penuh atas penggunaan AI tetap berada di tangan manusia. Oleh karena itu, penguasaan teknologi harus dibarengi dengan sikap kritis agar pengguna tidak terjerumus pada informasi yang keliru atau hanya sebagian benar.

    “Kendalinya tetap berada pada manusia yang mengoperasikan alat tersebut,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa etika dalam pemanfaatan AI, terutama di ruang digital, sangatlah krusial. Ia menguraikan bahwa AI bekerja dengan mengumpulkan dan menyajikan informasi berdasarkan data yang diunggah, sehingga kualitas hasil yang disajikan sangat bergantung pada akurasi sumber datanya. “Jika yang diunggah salah, maka AI juga akan menyajikan informasi yang salah,” pungkasnya.

    Mulai Pengenalan AI dan Coding di Jenjang Dasar

    Terkait kebijakan pendidikan, Abdul Mu’ti menginformasikan bahwa pembelajaran AI dan coding mulai diperkenalkan di jenjang Sekolah Dasar kelas V sebagai mata pelajaran pilihan. Implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan guru serta satuan pendidikan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ia menekankan pentingnya dunia pendidikan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

    Guru, lanjutnya, harus tetap menjadi aktor utama dalam membimbing siswa, menanamkan nilai-nilai luhur, serta membentuk karakter generasi muda. “Aset manusia dan dimensi kemanusiaan tidak boleh terlepas dalam konteks AI,” tutupnya.

    Berita Terkait

    Mahasiswa/i STIKOM PROSIA Gelar Pameran Budaya Pesisir Utara Jawa, Kenalkan Warisan Tradisi Lokal

    IDNEWSUPDATE.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Profesi Indonesia...

    Kemenbud Luncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia...

    Digitalisasi Wastra Minangkabau: Yuli Yanti Sulap Tradisi Kain Pangkek Duo Jadi Mahakarya Fashion 3D di ISI Padang Panjang

    IDNEWSUPDATE.COM –  Sebuah terobosan bersejarah yang memadukan kekayaan tradisi dan teknologi masa...

    Quiet Quitting: Ketika Karyawan Hadir, tetapi Tidak Lagi Terlibat

    Oleh: Angela Amadea Sekar Putri, S.Psi.  Universitas Katolik Soegijapranata Semarang   Setiap...