Selasa , 21 Juli 2026
    Home Peristiwa Pemerintah Jamin Stok BBM Nasional Aman Imbas Penutupan Selat Hormuz
    Peristiwa

    Pemerintah Jamin Stok BBM Nasional Aman Imbas Penutupan Selat Hormuz

    16



    IDNEWSUPDATE.COM –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan kepastian mengenai kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah kabar penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Pemerintah menyatakan bahwa ketersediaan BBM di dalam negeri saat ini berada pada level aman dengan ketahanan stok untuk lebih dari 20 hari ke depan.

    Bahlil menegaskan bahwa pemerintah secara aktif mengantisipasi dampak dari situasi geopolitik tersebut, terutama karena posisi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak. “Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day,” ungkap Bahlil.

    Sebagai langkah responsif, Bahlil menyatakan akan segera melaporkan perkembangan situasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga telah menjadwalkan pertemuan khusus untuk membahas langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

    Rapat koordinasi tersebut akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Dewan Energi Nasional. “Nanti besok Insyaallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat dengan Dewan Energi Nasional,” jelasnya saat ditemui di Istana Negara.

    Ancaman Lonjakan Harga Minyak dan Beban Fiskal

    Meskipun stok BBM dipastikan aman, Bahlil mengakui adanya potensi tekanan pada harga minyak dunia yang dapat memengaruhi nilai subsidi energi. “Sampai hari ini gak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di timur tengah,” tuturnya.

    Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memproyeksikan harga minyak mentah global berpotensi menembus level US$100 hingga US$120 per barel. Gangguan pada jalur vital tersebut dapat memengaruhi distribusi energi secara signifikan. “Selat Hormuz yang terganggu akan mempengaruhi 20% pasokan minyak dunia,” ujar Bhima.

    Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah akan berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel dari asumsi dapat menambah beban belanja hingga Rp10,3 triliun. Situasi ini menciptakan tekanan ganda yang tidak hanya membebani subsidi energi, tetapi juga berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.

    Sumber : CNBC Indonesia

    Berita Terkait

    Sumatra Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem dan Belasan Wilayah Waspada

    IDNEWSUPDATE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara sebagai...

    Daftar Peringatan Penting yang Dirayakan Setiap Tanggal 20 Juli

    IDNEWSUPDATE.COM – Tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai momen penting di...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...

    Pemkab Bandung Barat Perkuat Tata Kelola Pengawasan Berbasis Digital Lewat Bimtek Aplikasi SIAP DAN

    IDNEWSUPDATE.COM –  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis...