Rabu , 22 Juli 2026
    Home Bisnis Inflasi Maret Melonjak Akibat Kenaikan Harga Pangan Menjelang Idul Fitri
    Bisnis

    Inflasi Maret Melonjak Akibat Kenaikan Harga Pangan Menjelang Idul Fitri

    13



    IDNEWSUPDATE.COM –  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi nasional pada Maret 2026 mencapai 0,41% secara bulanan. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) ini didorong oleh lonjakan harga pangan, terutama menjelang periode Idul Fitri.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 1,07% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,32% terhadap inflasi nasional.

    Pangan Jadi Pemicu Utama Inflasi

    Sejumlah komoditas pangan yang harganya merangkak naik dan signifikan mempengaruhi angka inflasi antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi. Kenaikan harga komoditas-komoditas ini sangat terasa dampaknya bagi rumah tangga.

    Dilihat dari komponennya, inflasi Maret 2026 didominasi oleh komponen harga bergejolak atau volatile food yang memberikan andil sebesar 0,27%. Komoditas utama yang masuk dalam komponen ini meliputi daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

    Sementara itu, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,08%, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng dan nasi dengan lauk. Komponen harga yang diatur pemerintah atau administered prices menyumbang andil 0,06%, didorong oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan antarkota, serta sigaret kretek mesin (SKM). Di sisi lain, terdapat komoditas yang menjadi penahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi, yakni tarif angkutan udara dan emas perhiasan yang masing-masing tercatat sebesar 0,03%.

    BPS juga menyoroti tren inflasi pada kelompok transportasi di tengah momentum Ramadan dan Idul Fitri. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, tren inflasi selalu terjadi pada periode ini, kecuali pada tahun 2025. Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota dengan andil inflasi terhadap umum masing-masing 0,04% dan 0,03%. Menariknya, tarif angkutan udara justru menjadi peredam inflasi pada kelompok transportasi dengan memberikan andil deflasi terhadap angka umum sebesar 0,03%.

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...