Selasa , 20 Oktober 2026
Home Peristiwa Rupiah Menguat Usai Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan
Peristiwa

Rupiah Menguat Usai Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

135
Ilustrasi penguatan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, menampilkan grafik naik dan lambang mata uang.
Rupiah Menguat Usai Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

IDNEWSUPDATE.COM – Bank Indonesia kembali mengambil langkah strategis dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap gejolak global yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah, serta upaya proaktif untuk menjaga stabilitas inflasi dalam negeri.

Kenaikan BI Rate ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Bank sentral memandang pentingnya upaya berkelanjutan dalam menstabilkan mata uang Garuda, termasuk melalui peningkatan imbal hasil dan insentif investasi asing. Pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru untuk menopang daya beli masyarakat di tengah pelemahan rupiah sebelumnya yang sempat menyentuh level Rp 18.200 per dolar AS.

Selain itu, fokus juga diberikan pada pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai instrumen penguatan sektor keuangan nasional. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus diperkuat untuk menjaga perekonomian tetap stabil. “Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.050-Rp 18.100,” ujar Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi dan pasar uang, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sentimen pasar mulai membaik setelah Iran dan Israel mengindikasikan penghentian serangan, menyusul seruan dari Presiden Amerika Serikat. Meskipun demikian, Iran menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan serangan jika Israel tetap menyerang Hizbullah di Lebanon. Bank Indonesia optimis bahwa rupiah dapat kembali menguat ke kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS pada tahun 2027.

Langkah Antisipasi Ekonomi

Bank Indonesia secara konsisten melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan moneter untuk merespons dinamika ekonomi global dan domestik. Kenaikan BI Rate ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah dan Bank Indonesia terus berkoordinasi erat untuk merumuskan kebijakan yang proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Upaya stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya terhadap harga barang impor dan inflasi. Dengan meningkatkan daya tarik investasi, diharapkan aliran modal asing dapat masuk ke Indonesia, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi rupiah. Selain itu, paket stimulus ekonomi yang akan diluncurkan diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi makro dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sumber : viva.co.id

Berita Terkait

Pemerintah Gunakan Modifikasi Cuaca Berbahan Garam dan Dry Ice untuk Padamkan Karhutla

IDNEWSUPDATE.COM – Pemerintah Indonesia secara intensif menjalankan operasi modifikasi cuaca dengan menebar...

Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik di Bundaran HI, Langsung Ditanggapi Gubernur DKI

IDNEWSUPDATE.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan tanggapan resmi terkait...

MUI Serukan Umat untuk Taubat Nasuha, Desak Pemerintah Atasi Karhutla

IDNEWSUPDATE.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk segera melakukan percepatan...

Sinergi Polri dan MUI: Silaturahmi Kapolri Pertajam Kolaborasi Menjaga Keamanan Nasional

IDNEWSUPDATE.COM – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H.,...