IDNEWSUPDATE.COM – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru saja mengonfirmasi bahwa objek dekat Bumi 1998 SH2 yang selama puluhan tahun dikira asteroid, sesungguhnya merupakan sebuah komet. Temuan ini didasarkan pada hasil analisis pergerakan objek yang menyimpang dari prediksi gravitasi standar, yang kemudian dikonfirmasi melalui pengamatan teleskop di Hawaii dan Chili pada Juli 2026.
Para peneliti di Laboratorium Propulsi Jet awalnya menyadari adanya anomali lintasan saat objek tersebut melintas di dekat Bumi pada Agustus 2025. Pergeseran posisi ini tidak dapat dijelaskan hanya melalui pengaruh gravitasi Matahari maupun planet-planet di sekitarnya. Ketidaksesuaian prediksi tersebut memicu penyelidikan mendalam terhadap karakteristik fisik objek yang selama ini disalahidentifikasi.
Hasil analisis astrometri menunjukkan bahwa panas Matahari telah menyebabkan es di dalam objek tersebut berubah menjadi gas. Fenomena tersebut menciptakan semburan yang memberikan dorongan tambahan, sehingga mengubah lintasan orbit objek secara signifikan dari jalur yang seharusnya ditempuh sebuah asteroid.
Meskipun aktivitas komet tersebut cukup lemah dan tidak membentuk ekor yang mudah terlihat secara kasatmata, observasi lanjutan dengan teleskop canggih akhirnya membuktikan adanya jejak ekor komet yang lemah namun jelas. Objek ini kini akan diklasifikasikan dengan penamaan tambahan sebagai komet bernomor P/1998 SH2.
Proses Validasi Ilmiah
Penemuan ini menjadi bukti pentingnya ketelitian dalam pemantauan objek luar angkasa yang melintasi orbit Bumi. Astronom dari European Southern Observatory, Olivier Hainaut, menekankan bahwa temuan ini adalah bagian dari tahapan riset yang berkelanjutan. Begitulah cara kerja ilmu pengetahuan, Anda membentuk hipotesis, lalu Anda berusaha mengujinya, ujar Olivier Hainaut pada Juli 2026.












