Sabtu , 5 September 2026
Home Tekno Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Kepercayaan Publik Kepada Para Ahli
Tekno

Pengaruh Kecerdasan Buatan Terhadap Kepercayaan Publik Kepada Para Ahli

19
kecerdasan_buatan
Ilustrasi kecerdasan buatan

IDNEWSUPDATE.COM – Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI kini mulai mengubah cara masyarakat memandang otoritas profesional seperti dokter dan guru dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan riset terbaru dari Use.AI yang melibatkan lebih dari 15.000 responden, terungkap bahwa mayoritas orang kini lebih berani menantang saran profesional setelah melakukan pengecekan mandiri melalui chatbot AI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64 persen orang merasa lebih percaya diri untuk mempertanyakan nasihat yang diberikan oleh para ahli. Selain itu, sekitar 53 persen responden mengaku rutin menggunakan AI untuk memverifikasi informasi sebelum mereka memutuskan untuk menyetujui pendapat seorang pakar.

Fenomena ini juga menyoroti adanya kesenjangan generasi dalam penggunaan teknologi untuk memvalidasi informasi. Kelompok usia 18 hingga 34 tahun tercatat 70 persen lebih nyaman menantang saran profesional, sementara kelompok usia di atas 45 tahun cenderung lebih rendah dengan angka 49 persen.

Perubahan tren ini memicu munculnya istilah resesi keahlian atau expertise recession, di mana kredibilitas profesional tidak lagi dianggap sebagai acuan mutlak. Banyak responden kini merasa bahwa kualifikasi seorang ahli tidak lagi memiliki reputasi yang setinggi dulu seiring dengan kemudahan akses informasi melalui perangkat digital.

Dampak Krisis Kepercayaan Publik

Ihor Herasymov, salah satu pendiri sekaligus CEO Use.AI, menjelaskan bahwa AI telah mendemokrasi rasa percaya diri jauh lebih cepat daripada proses pendemokrasian pengetahuan itu sendiri. Dalam keterangannya yang disampaikan pada Agustus 2026, ia menekankan bahwa seseorang kini dapat menggunakan AI untuk menyusun pertanyaan yang lebih kritis tanpa benar-benar memiliki kualifikasi untuk menilai jawaban yang sebenarnya.

Kesenjangan antara rasa percaya diri dalam berargumen dan kompetensi yang dimiliki dikhawatirkan akan terus berkembang di masa depan. Hal ini menandai pergeseran perilaku di mana nasihat dari seorang profesional tidak lagi diterima begitu saja, melainkan harus melalui proses verifikasi tambahan melalui teknologi AI.

Berita Terkait

Kenali Ciri Akun WhatsApp Diretas dan Langkah Cepat Mengamankannya

IDNEWSUPDATE.COM – WhatsApp telah menjadi sarana komunikasi utama bagi masyarakat luas untuk...

iPhone 17 Masih Menjadi Ponsel Pintar Paling Laris di Dunia

IDNEWSUPDATE.COM – Perangkat iPhone 17 keluaran Apple berhasil mengamankan posisi sebagai ponsel...

Google Gemini Menghadapi Tantangan Branding dalam Industri AI

IDNEWSUPDATE.COM – Google saat ini tengah menghadapi kendala terkait strategi branding pada...

Panduan Menyaksikan Gerhana Bulan Sebagian di Akhir Agustus

IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena alam gerhana Bulan sebagian dijadwalkan akan menghiasi langit di...