IDNEWSUPDATE.COM – Fenomena alam gerhana Bulan sebagian dijadwalkan akan menghiasi langit di berbagai belahan dunia pada 27 hingga 28 Agustus. Fenomena astronomi ini menarik perhatian banyak pihak karena melibatkan pergerakan dinamis antara posisi Matahari, Bumi, dan Bulan.
Berbeda dengan gerhana Matahari, pengamatan gerhana Bulan tidak memerlukan peralatan perlindungan mata khusus. Masyarakat dapat melihat fenomena ini secara langsung dengan mata telanjang tanpa risiko kerusakan penglihatan, meskipun penggunaan binokular atau teleskop disarankan untuk mendapatkan detail yang lebih jelas mengenai pergerakan bayangan Bumi di permukaan Bulan.
Namun, masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan peristiwa alam ini secara langsung. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyatakan bahwa saat fenomena terjadi, wilayah Indonesia sedang berada pada waktu pagi hingga siang hari sehingga posisi Bulan berada di bawah ufuk atau di sisi Bumi yang membelakangi wilayah Indonesia, Rabu (26/7).
Menurut keterangan resmi, fenomena ini hanya dapat diamati oleh masyarakat yang berada di wilayah benua Amerika, Afrika, Eropa, serta sebagian Asia Tengah dan Timur Tengah. Seluruh proses gerhana ini tercatat memiliki durasi total selama 5 jam 38 menit.
Opsi Mengamati Gerhana Online
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena ini, langkah yang bisa diambil adalah memantau siaran langsung atau live streaming melalui kanal resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Secara teknis, gerhana Bulan sebagian terjadi saat Bumi bergerak sejajar di antara Matahari dan Bulan, sehingga sebagian piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi yang lebih gelap.
