IDNEWSUPDATE.COM – TikTok secara resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 250 orang karyawan serta memutuskan untuk menutup operasional kantor mereka yang berlokasi di Nashville, Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perusahaan dalam melakukan penataan ulang operasional serta penyelarasan tim guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang lebih efektif.
Kantor di Nashville selama ini diketahui menjadi pusat operasional bagi sebagian anggota tim moderasi konten TikTok. Penutupan fasilitas tersebut dijadwalkan akan terealisasi sepenuhnya pada tanggal 5 Oktober mendatang.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya tren perusahaan media sosial yang mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi serta menghapus konten-konten kekerasan maupun materi eksplisit di platform mereka. Keputusan tersebut sebelumnya sempat dilaporkan oleh The New York Times sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh juru bicara TikTok USDS Joint Venture, Zanna Crowley.
Pihak perusahaan menekankan bahwa fokus utama mereka tetap pada penyediaan ekosistem yang aman bagi ratusan juta pengguna di Amerika Serikat. “Kami tetap berkomitmen penuh untuk menyediakan pengalaman yang aman, positif, dan terjamin bagi 200 juta warga Amerika yang berkreasi serta terhubung dengan konten favorit mereka di TikTok,” ujar Zanna Crowley pada Selasa, 6 Agustus 2026.
Upaya efisiensi operasional perusahaan
Pengurangan tenaga kerja ini mencerminkan dinamika industri teknologi yang terus berubah dengan mengintegrasikan teknologi otomatisasi. Pengalihan tanggung jawab moderasi kepada sistem AI menjadi salah satu alasan utama di balik perampingan organisasi di lokasi tersebut. Meskipun kantor Nashville akan ditutup, TikTok menyatakan bahwa operasional mereka secara keseluruhan akan terus berjalan untuk melayani komunitas pengguna global yang tetap aktif setiap harinya.
