Sabtu , 5 September 2026
Home Sehat Konsumsi Kopi Berlebih Berisiko Turunkan Kepadatan Tulang
Sehat

Konsumsi Kopi Berlebih Berisiko Turunkan Kepadatan Tulang

8
Ilustrasi minum kopi

IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah studi terbaru dari Flinders University mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan berpotensi menurunkan kepadatan mineral tulang pada wanita lanjut usia. Penelitian yang melibatkan hampir 10.000 partisipan ini menyoroti hubungan antara pola minum teh dan kopi dengan risiko osteoporosis selama periode pengamatan sepuluh tahun.

Para peneliti mengamati bahwa wanita yang mengonsumsi teh secara rutin menunjukkan kepadatan mineral tulang yang sedikit lebih tinggi di area pinggul. Sebaliknya, kebiasaan minum kopi dalam jumlah banyak, yakni lebih dari lima cangkir sehari, justru dikaitkan dengan penurunan kesehatan tulang.

Meskipun demikian, konsumsi kopi dalam batas moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir setiap hari, dilaporkan tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan tulang. Para ahli menyarankan agar masyarakat tetap memperhatikan asupan harian mereka sebagai langkah preventif menjaga kepadatan tulang di masa tua.

Ryan Liu dari Flinders University menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi dapat mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, meskipun dampaknya tergolong kecil dan bisa diminimalisir dengan penambahan susu.

Pengaruh Kopi dan Teh

Menurut Adjunct Associate Professor Enwu Liu, senyawa katekin yang melimpah pada teh diyakini mampu mendukung pembentukan tulang dan memperlambat proses pengeroposan. Di sisi lain, dampak negatif dari konsumsi kopi yang berlebihan cenderung lebih signifikan pada wanita yang juga memiliki riwayat konsumsi alkohol.

Meski temuan ini menunjukkan korelasi statistik yang penting, para peneliti menegaskan bahwa tidak ada keharusan untuk menghentikan konsumsi kopi secara total atau meningkatkan konsumsi teh secara ekstrem. Pola makan seimbang dengan kecukupan kalsium serta vitamin D tetap menjadi pondasi utama dalam menjaga kesehatan tulang bagi populasi lanjut usia.

Berita Terkait

Mantan Perokok Tetap Harus Jalani Skrining Paru hingga 15 Tahun Setelah Berhenti

IDNEWSUPDATE.COM – Dokter spesialis paru dari Columbia Asia Hospital Pulomas, dr. Hana...

Alasan Ilmiah Mengapa Berjalan Menjadi Lebih Sulit Saat Usia Lanjut

IDNEWSUPDATE.COM – Penelitian terbaru dari Flinders University dan University of Canberra Australia...

Vitamin C Dosis Tinggi Berpotensi Jadi Terapi Anti Kanker

IDNEWSUPDATE.COM – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pemberian vitamin C dosis tinggi melalui...

Waspadai Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan Tubuh

IDNEWSUPDATE.COM – Kebiasaan duduk dalam durasi panjang saat bekerja atau beraktivitas sehari-hari...