IDNEWSUPDATE.COM – Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sebanyak tiga kali hingga mencapai jarak 4.500 meter pada Kamis, 5 November 2026.
Aktivitas vulkanik tersebut berlangsung dalam kurun waktu lebih dari dua jam dan memicu perhatian otoritas setempat untuk segera mengambil langkah antisipasi bagi warga sekitar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang secara sigap melakukan pemantauan intensif di sepanjang jalur luncuran awan panas.
Erupsi ini menambah daftar aktivitas geologi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut selama periode akhir tahun 2026. Hingga saat ini, pihak terkait terus memantau pergerakan aktivitas seismik untuk memastikan keamanan warga yang beraktivitas di radius terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, BPBD setempat memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat serta pekerja yang beraktivitas di sisi tenggara kaki gunung. “Kami mengimbau masyarakat yang tinggal dan bekerja di sisi tenggara kaki gunung tertinggi di pulau Jawa itu untuk terus meningkatkan kewaspadaan pada Kamis (05/11),” ujar pihak BPBD dalam keterangannya.
Imbauan Waspada bagi Warga
Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai zona merah. Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat kondisi Gunung Semeru yang masih cukup aktif dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah memperkuat sistem pemantauan, termasuk penambahan CCTV di beberapa titik strategis guna memantau pergerakan lahar maupun awan panas secara real-time. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir risiko bagi penduduk di sekitar kawasan rawan bencana Gunung Semeru.
