Kamis , 23 Juli 2026
    Home Bisnis Bank Raksasa Pangkas Ribuan Karyawan Demi Adopsi Kecerdasan Buatan
    Bisnis

    Bank Raksasa Pangkas Ribuan Karyawan Demi Adopsi Kecerdasan Buatan

    17

    IDNEWSUPDATE.COM –  Standard Chartered mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi lebih dari 7.000 karyawannya dalam empat tahun mendatang.

    Langkah efisiensi ini merupakan respons bank yang berbasis di London tersebut terhadap adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin agresif guna mendorong pertumbuhan bisnis.

    Menurut laporan Channel News Asia pada Selasa (19/05/2026), manajemen Standard Chartered memproyeksikan pengurangan hingga 15% dari total peran fungsi korporat mereka hingga tahun 2030.

    Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 7.000 posisi dari total 52.000 karyawan yang saat ini mengisi pos korporat di seluruh dunia.

    Peran AI dalam Transformasi Tenaga Kerja Bank

    Manajemen Standard Chartered menegaskan bahwa perombakan struktur ini dilakukan untuk memangkas birokrasi operasional, meningkatkan profitabilitas, dan memenangkan persaingan pasar.

    Direktur Utama Standard Chartered, Bill Winters, menyatakan, “Ini bukan pemotongan biaya. Ini adalah mengganti modal manusia yang bernilai lebih rendah dalam beberapa kasus dengan modal finansial dan modal investasi yang kami tanamkan.”

    Area kerja yang paling terdampak meliputi pusat operasional bagian belakang (back-office) di beberapa negara berkembang seperti India, Malaysia, dan Polandia.

    “Tentu saja kami menggunakan AI di sepanjang jalan dan AI akan menjadi fasilitator serta pengaktif yang sangat besar untuk hal itu,” ujar Winters, merujuk pada pembaruan sistem perbankan inti mereka.

    Meskipun menghadapi tekanan eksternal seperti tantangan geopolitik global, kinerja keuangan korporasi dilaporkan tetap menunjukkan tren positif berkat fokus pada segmen ritel kaya dan divisi perbankan korporasi serta investasi.

    Winters menambahkan, “Kami mencapai target keuangan jangka menengah tahun 2026 kami setahun lebih awal dari yang direncanakan. Kami sekarang memiliki organisasi yang lebih terfokus, efisien, dan ramping.”

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...