Sabtu , 5 September 2026
Home Peristiwa Pemerintah Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Tambahan Dapur Baru
Peristiwa

Pemerintah Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Tambahan Dapur Baru

73
Ilustrasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang direvitalisasi dengan fokus pada penataan dan peningkatan kualitas layanan.
Pemerintah Fokus Benahi Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Tambahan Dapur Baru

IDNEWSUPDATE.COM – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan tidak akan ada penambahan dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode perbaikan tata kelola. Langkah ini diambil untuk menata internal program agar berjalan sesuai harapan.

Selama satu bulan ke depan, fokus utama adalah menyelesaikan berbagai temuan yang ada. Zulkifli Hasan berkomitmen untuk melakukan penataan menyeluruh, mulai dari titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat menjadi sorotan, pemetaan sekolah penerima MBG, peningkatan kualitas dapur, hingga verifikasi data penerima manfaat.

Dalam upaya efisiensi, teridentifikasi adanya pembengkakan pada jumlah titik SPPG yang mencapai 6.877 titik dari rencana awal 21 ribu, sehingga total menjadi 27.877 titik. Hal ini berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sekitar Rp12 triliun per tahun. Pembengkakan serupa juga terjadi pada titik SPPG di daerah 3T, dari target 2 ribu menjadi 8.617 titik.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menambahkan bahwa pihaknya telah menerapkan sejumlah langkah efisiensi anggaran tanpa mengorbankan target pemenuhan gizi. Salah satu langkah krusial adalah moratorium pembukaan titik dan dapur baru.

Tindakan Efisiensi Program MBG

Moratorium pembukaan titik dan dapur baru dilakukan sambil melakukan penataan terhadap 27.877 titik dapur operasional yang ada. Penataan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian kapasitas layanan dengan jumlah penerima manfaat di setiap wilayah. BGN juga menghentikan sementara pendaftaran dapur baru seraya melakukan pemetaan kebutuhan di berbagai daerah, mengingat sebaran dapur yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Selanjutnya, dilakukan refocusing terhadap penerima manfaat. Evaluasi terhadap sekitar 63 juta orang penerima manfaat saat ini akan dilakukan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Zulhas menegaskan, “Penataan ini memang tidak ada yang baru dulu. Penataan dulu. Kami lagi membereskan internal dulu,” dalam konferensi pers Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.

Sumber : viva.co.id

Berita Terkait

PBB Peringatkan Kondisi Bumi Kian Kritis Akibat Lonjakan Suhu Global

IDNEWSUPDATE.COM – Program Lingkungan PBB (UNEP) melaporkan bahwa suhu bumi diprediksi akan...

Sembilan Taman Nasional Resmi Tutup Akses Pendakian Akibat Risiko Karhutla

IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi memberlakukan penutupan sementara akses pendakian di...

KLH Kerahkan Upaya Masif Tangani Karhutla Guna Cegah Asap Lintas Negara

IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara intensif mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan...

Belasan Ribu Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat

IDNEWSUPDATE.COM – Sebanyak 18.504 personel keamanan dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan melayani...