Rabu , 22 Juli 2026
    Home Sehat Batasi Screen Time Anak Demi Perkembangan Optimal
    Sehat

    Batasi Screen Time Anak Demi Perkembangan Optimal

    18

    IDNEWSUPDATE.COM –  Dokter spesialis anak menyarankan orang tua untuk secara ketat membatasi durasi penggunaan gawai dan layar lainnya pada anak. Langkah ini krusial mengingat dampak signifikan aktivitas tersebut terhadap aspek mental dan kesehatan anak secara keseluruhan.

    Dokter Nilla Mayasari, seorang Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Konsultan Pediatri-Anak, menekankan bahwa “screen time” tidak hanya terbatas pada gawai, melainkan mencakup televisi dan ponsel. Ia merujuk pada penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan batas penggunaan layar untuk anak-anak.

    Rekomendasi WHO menyatakan bahwa anak di bawah satu tahun tidak disarankan memegang gawai. Meskipun demikian, praktik di lapangan menunjukkan bahwa banyak orang tua masih memberikan gawai kepada anak, terutama saat anak menolak makan atau menunjukkan tantrum.

    Durasi yang direkomendasikan oleh dokter Nilla bervariasi berdasarkan usia. Anak di bawah dua tahun sebaiknya hanya mendapatkan satu jam waktu layar per hari, yang dapat dibagi menjadi dua sesi, misalnya 30 menit di pagi dan 30 menit di sore hari. Untuk anak usia tujuh tahun ke atas, durasi satu jam juga disarankan.

    Peran Penting Pembatasan Layar dalam Tumbuh Kembang Anak

    “Ada banyak penelitian yang mengatakan setiap 30 menit anak menonton screen time, mau gadget, mau televisi itu meningkatkan resiko 2,7 kali ada gangguan komunikasi, dan itu sudah rilis,” ungkap Nilla.

    Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) Cabang Sulawesi-Papua ini menyambut baik peraturan pemerintah mengenai pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan rekomendasi WHO dan merupakan upaya perlindungan anak yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik.

    “Kalau gadget, mereka terbatas aktivitas fisik. Dengan adanya aturan ini, tentu akan membantu anak-anak harus bermain keluar (tanpa gadget). Karena, bermain keluar itu ada aktivitas fisik yang berguna buat mereka pada fase tumbuhkembangnya, itu pertama,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Nilla menambahkan bahwa bermain di luar ruangan juga melatih kemampuan sensori anak serta interaksi sosial mereka. “Kedua, anak bermain keluar sebenarnya belajar sensori, belajar interaksi dengan orang lain. Tidak dengan dunianya sendiri,” tambahnya.

    Pembatasan screen time yang berlebihan dikhawatirkan memengaruhi rentang perhatian anak (attention span) dan membuat mereka kesulitan fokus akibat paparan konten media sosial. Nilla mengingatkan pentingnya orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak sesuai tahapan usia (milestone). “Kita tidak boleh kehilangan fase emas anak,” tegasnya.

    Sumber : Antara

    Berita Terkait

    Waspadai Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan Tubuh

    IDNEWSUPDATE.COM – Kebiasaan duduk dalam durasi panjang saat bekerja atau beraktivitas sehari-hari...

    Quiet Quitting: Ketika Karyawan Hadir, tetapi Tidak Lagi Terlibat

    Oleh: Angela Amadea Sekar Putri, S.Psi.  Universitas Katolik Soegijapranata Semarang   Setiap...

    Daftar Pilihan Makanan Sehat untuk Mengurangi Tingkat Stres Secara Alami

    IDNEWSUPDATE.COM – Sejumlah jenis makanan bernutrisi tinggi dapat menjadi solusi alami untuk...

    Kandungan Omega 3 Membantu Menekan Risiko Penyakit Psoriasis

    IDNEWSUPDATE.COM – Asam lemak omega-3 diketahui memiliki potensi besar dalam membantu menurunkan...