Sabtu , 8 Agustus 2026
Home Pendidikan BEM FMIPA Universitas Pakuan Buka Program PPK Ormawa di Desa Cipelang, Jawab Keresahan Masyarakat akan Ancaman Longsor
Pendidikan

BEM FMIPA Universitas Pakuan Buka Program PPK Ormawa di Desa Cipelang, Jawab Keresahan Masyarakat akan Ancaman Longsor

23
bem_fmipa universitas pakuan
BEM FMIPA Universitas Pakuan melaksanakan PPK Ormawa melalui kegiatan sosialisasi di Kantor Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

IDNEWSUPDATE.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan resmi membuka pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melalui kegiatan sosialisasi di Kantor Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Mengusung program “Palang Lamping: Optimalisasi Konservasi Lereng dan Smart Landslide Warning Village Berbasis Kearifan Lokal”, kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun Desa Cipelang yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana tanah longsor melalui pendekatan konservasi lereng, teknologi mitigasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Muhammad Siraajul Kahfi, selaku Ketua Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan potensi bencana longsor di Desa Cipelang.

“Palang Lamping kami rancang bukan sekadar menghadirkan teknologi mitigasi bencana, tetapi membangun kolaborasi dan memberdayakan masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungannya. Harapannya, setelah program ini selesai, masyarakat mampu melanjutkan berbagai upaya konservasi dan mitigasi secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada IDNewsUpdate.com, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan bahwa PPK Ormawa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Cipelang, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Destana, Linmas, Karang Taruna, Kaliandra, PKK, Posyandu, civitas akademika Universitas Pakuan, Satgas Universitas Pakuan, serta Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan yang didampingi oleh BEM dan BLM FMIPA Universitas Pakuan.

Dalam kesempatan tersebut, Tim PPK Ormawa memperkenalkan program Palang Lamping sebagai sebuah program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada mitigasi bencana, konservasi lingkungan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko tanah longsor.

Program ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat Desa Cipelang. Sebagai wilayah dengan topografi berbukit dan sejumlah kawasan lereng yang memiliki potensi pergerakan tanah, masyarakat hidup berdampingan dengan ancaman longsor yang dapat terjadi terutama pada saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak terhadap infrastruktur, lahan pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa memilih menjadikan mitigasi bencana sebagai fokus utama pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga membangun budaya pencegahan melalui konservasi lereng, edukasi kebencanaan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Pengabdian yang dilakukan berangkat dari prinsip bahwa masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan aktor utama dalam setiap proses pembangunan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan sejak tahap identifikasi permasalahan, penyusunan solusi, pelaksanaan program, hingga keberlanjutannya setelah PPK Ormawa selesai.

Melalui Program Palang Lamping, mahasiswa menghubungkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Berbagai disiplin ilmu diterapkan melalui konservasi lereng, agroforestri, sistem peringatan dini longsor, pemetaan wilayah rawan, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis hasil pertanian, hingga edukasi mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam sosialisasi tersebut, Tim PPK Ormawa memaparkan latar belakang program, tujuan, tahapan pelaksanaan, serta berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama beberapa bulan ke depan. Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta menyesuaikan pelaksanaan program dengan kebutuhan di lapangan.

Mitigasi bencana, menurut Tim PPK Ormawa, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah desa memiliki peran dalam tata kelola wilayah dan penguatan kelembagaan, perguruan tinggi menghadirkan inovasi dan ilmu pengetahuan, sedangkan masyarakat memiliki pengalaman, pengetahuan lokal, dan peran utama dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

Karena itu, kolaborasi menjadi fondasi utama Program Palang Lamping. Mahasiswa hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, melainkan sebagai fasilitator yang menghubungkan inovasi, teknologi, dan potensi lokal sehingga masyarakat mampu mengembangkan kapasitasnya secara mandiri.

Program Palang Lamping mengintegrasikan berbagai pendekatan mitigasi, mulai dari konservasi lereng melalui penanaman vegetasi dan agroforestri, pembangunan sistem Smart Landslide Warning Village, edukasi kebencanaan, pemetaan daerah rawan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil bumi lokal.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko bencana yang ada di wilayahnya, tetapi juga memiliki kemampuan mengenali tanda-tanda awal longsor, menjaga kondisi lereng, memanfaatkan teknologi peringatan dini, serta mengambil langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Pemerintah Desa Cipelang menyambut baik pelaksanaan Program PPK Ormawa sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjawab tantangan kebencanaan di desa. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pelaksanaan program selama beberapa bulan saja, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih siap menghadapi ancaman longsor. Pemerintah desa siap mendukung agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ibu Eka Sandra selaku Sekretaris Desa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan sosialisasi. Berbagai masukan dan pengalaman masyarakat mengenai kondisi lingkungan menjadi bahan penting bagi Tim PPK Ormawa dalam menyempurnakan pelaksanaan program agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan Desa Cipelang.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial ataupun transfer ilmu semata. PPK Ormawa hadir untuk membangun kapasitas masyarakat melalui kolaborasi, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk melanjutkan berbagai program konservasi, mitigasi bencana, dan pemberdayaan ekonomi secara mandiri.

Melalui Program Palang Lamping, BEM FMIPA Universitas Pakuan berharap lahir sebuah gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lereng, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta mengembangkan potensi lokal Desa Cipelang. Dengan mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintah desa, dan kearifan lokal masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mewujudkan Desa Cipelang yang lebih aman, tangguh, dan berdaya.

Berita Terkait

Designer Cilik Indonesia Tiara Annisa Inspirasi Graduasi Olle Independent School Bandung

IDNEWSUPDATE.COM — Suasana Graduation Angkatan ke-6 Olle Independent School Bandung semakin istimewa...

Mahasiswa/i STIKOM PROSIA Gelar Pameran Budaya Pesisir Utara Jawa, Kenalkan Warisan Tradisi Lokal

IDNEWSUPDATE.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Profesi Indonesia...

Kemenbud Luncurkan Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026

IDNEWSUPDATE.COM – Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia...

Digitalisasi Wastra Minangkabau: Yuli Yanti Sulap Tradisi Kain Pangkek Duo Jadi Mahakarya Fashion 3D di ISI Padang Panjang

IDNEWSUPDATE.COM –  Sebuah terobosan bersejarah yang memadukan kekayaan tradisi dan teknologi masa...