Sabtu , 5 September 2026
Home Pendidikan Pemanenan Talas, Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal Desa Cipelang Lewat Pemberdayaan Berkelanjutan
Pendidikan

Pemanenan Talas, Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal Desa Cipelang Lewat Pemberdayaan Berkelanjutan

42

IDNEWSUPDATE.COM –  Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pemanenan talas bersama masyarakat Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan potensi pertanian lokal sekaligus upaya mendorong pengembangan komoditas talas agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Pemanenan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, Kelompok Tani, dan Tim PPK Ormawa. Proses dimulai dari pemilihan tanaman yang telah mencapai masa panen, pencabutan atau penggalian umbi talas, hingga pengumpulan dan pemilahan hasil panen. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa dalam mengelola serta mengembangkan potensi pertanian yang tersedia di Desa Cipelang.

Harun selaku Ketua Kelompok Tani RW 02 Desa Cipelang menyampaikan bahwa kegiatan pemanenan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil pertanian yang dapat dikembangkan bersama. Menurutnya, keberadaan talas di wilayah tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah.

“Talas ini merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Cipelang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, hasil pertanian yang kita miliki bisa dimanfaatkan lebih lanjut dan tidak hanya berhenti sampai dipanen. Harapannya, talas yang ada dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Harun.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses pemanenan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan lahan. Gotong royong antara kelompok tani, masyarakat, dan mahasiswa menunjukkan bahwa pengembangan potensi desa membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

Talas merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, talas juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Oleh karena itu, kegiatan pemanenan tidak hanya dipandang sebagai proses memperoleh hasil pertanian, tetapi juga menjadi tahap awal dalam rangkaian pengembangan produk lokal yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Zidan Nugraha selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan menjelaskan bahwa pemanenan talas merupakan bagian dari rangkaian program yang menghubungkan potensi pertanian masyarakat dengan proses pengembangan produk. Menurutnya, hasil pertanian yang tersedia di desa perlu diarahkan agar memiliki nilai tambah melalui pengolahan dan inovasi.

“Kami melihat talas bukan hanya sebagai hasil panen, tetapi sebagai potensi lokal yang masih bisa dikembangkan. Setelah dipanen, talas ini akan diarahkan untuk masuk ke tahap pengolahan sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Jadi, prosesnya tidak berhenti di lahan, tetapi berlanjut sampai bagaimana hasil tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelas Zidan.

Hasil panen talas yang diperoleh kemudian menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program PPK Ormawa. Sebagian hasil panen tersebut dihibahkan kepada Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pengembangan produk olahan talas. Hibah hasil panen tersebut menjadi bentuk nyata kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program yang dilaksanakan bersama.

Bagi Tim PPK Ormawa, hasil panen tersebut memiliki arti lebih dari sekadar komoditas pertanian. Talas menjadi salah satu potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui penerapan pengetahuan, inovasi, dan pendampingan. Dengan adanya proses pengolahan lebih lanjut, hasil pertanian yang sebelumnya hanya memiliki nilai sebagai bahan baku dapat diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Rangkaian kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi serta potensi masyarakat secara langsung. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam memberikan pendampingan, tetapi juga belajar dari pengalaman masyarakat dalam mengelola lahan dan membudidayakan tanaman talas. Kolaborasi tersebut menjadi dasar penting dalam membangun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Selanjutnya, talas hasil panen akan diarahkan untuk mendukung pengembangan produk olahan, mulai dari pengolahan bahan baku, penentuan bentuk produk, pengemasan, hingga peluang pemasaran. Tahapan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas lokal secara lebih kreatif dan produktif.

Kegiatan pemanenan talas juga memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya pengelolaan lingkungan. Talas yang dibudidayakan sebagai tanaman produktif menjadi salah satu bagian dari sistem pemanfaatan lahan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sementara kegiatan konservasi dan penanaman pohon tetap diarahkan untuk menjaga fungsi ekologis kawasan.

Melalui kegiatan ini, PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berupaya membangun pola pemberdayaan yang tidak berhenti pada kegiatan penanaman maupun pemanenan. Setiap hasil pertanian diarahkan untuk memiliki keberlanjutan melalui pengolahan dan pengembangan nilai tambah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat dari hasil panen, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan produk dan aktivitas ekonomi baru.

Pemanenan talas menjadi salah satu bukti bahwa potensi lokal Desa Cipelang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa. Gotong royong dalam proses pemanenan, dukungan Kelompok Tani, hibah hasil panen, serta rencana pengembangan produk menjadi rangkaian kegiatan yang saling terhubung dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Ke depannya, pengembangan talas diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek produksi, kualitas produk, pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan usaha. Dengan adanya pendampingan yang konsisten, komoditas talas diharapkan mampu menjadi salah satu potensi unggulan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Cipelang.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, kegiatan pemanenan talas bukan sekadar aktivitas mengambil hasil pertanian, tetapi menjadi langkah awal untuk menghubungkan potensi lahan, pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan berkomitmen untuk terus mendorong agar potensi lokal Desa Cipelang dapat dikembangkan menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Berita Terkait

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...

Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia

IDNEWSUPDATE.COM –  Semangat gotong royong yang selama ini hidup dalam tradisi jimpitan...

Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...

Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Melalui Laman SIPINTAR

IDNEWSUPDATE.COM – Peserta didik serta orang tua saat ini dapat melakukan pengecekan...