IDNEWSUPDATE.COM – Film komedi fantasi berjudul Harusnya Horror karya sutradara Reza Oktovian dinilai memiliki potensi lebih kuat jika dikembangkan sebagai karya film pendek. Meski menawarkan premis yang segar, durasi 106 menit dianggap belum sepenuhnya mampu menjaga ritme cerita secara konsisten saat ditayangkan di bioskop sejak 13 Agustus 2026.
Karya produksi Ess Jay Studios ini mengisahkan tentang seorang penggemar anime bernama Mas yang meninggal dunia dan harus menakuti manusia demi menuntaskan rasa penasarannya. Premis tersebut kemudian bersinggungan dengan sekelompok kreator konten yang mencoba memanfaatkan kehadiran sosok arwah untuk kebutuhan produksi video mistis.
Namun, transisi gaya hiburan dari platform digital ke layar lebar menimbulkan tantangan tersendiri dalam membangun pengembangan karakter dan konflik yang mendalam. Sejumlah bagian dalam film tersebut terasa seperti kumpulan sketsa komedi yang diperpanjang, alih-alih menjadi struktur film panjang yang utuh.
Reza Oktovian selaku sutradara sekaligus pemeran utama mengungkapkan bahwa proyek ini menjadi wadah baginya untuk bereksplorasi. Ia menyampaikan bahwa tantangan dalam menyutradarai film ini salah satunya adalah mengarahkan para pemeran yang didominasi oleh kreator konten agar memiliki pendekatan akting yang sesuai untuk durasi panjang, yang disampaikan pada 13 Agustus 2026.
Analisis Format Film
Pendekatan akting dan penyampaian dialog dalam film ini masih membawa pola khas konten internet yang mengandalkan spontanitas. Bagi penonton yang tidak terbiasa dengan gaya humor atau persona para kreator konten, ritme tersebut sering kali terasa kurang memiliki bobot emosional yang kuat.
Dalam format film pendek, keterbatasan pengembangan karakter dan tempo yang cepat dapat menjadi nilai tambah. Struktur cerita yang dipadatkan akan membuat premis unik mengenai arwah penasaran tersebut tersampaikan secara lebih efisien tanpa harus bergantung pada adegan transisi yang panjang.
