IDNEWSUPDATE.COM – Sebuah studi terbaru dari Pew Research mengungkap bahwa konten yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) kini mendominasi sekitar 10 persen dari halaman web di internet. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai Teori Internet Mati yang sempat populer di tahun 2021 kini mulai menemukan bukti empirisnya.
Para peneliti melakukan analisis terhadap hampir setengah juta halaman web berbahasa Inggris dari rentang waktu lima tahun terakhir dengan menggunakan alat pendeteksi AI, Open Pangram. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola bahasa dan struktur kalimat yang secara statistik lebih sering digunakan oleh bot dibandingkan manusia.
Temuan tersebut menegaskan bahwa tren penggunaan konten AI mengalami lonjakan drastis sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022. Fenomena ini kemudian semakin diperkuat dengan kemunculan berbagai model bahasa besar lainnya seperti Claude dan Google Gemini.
Meskipun model pendeteksi AI memiliki keterbatasan akurasi, riset menunjukkan bahwa konten buatan mesin kini tersebar luas terutama pada domain komersial. Dalam laporannya yang dirilis pada Agustus 2026, para peneliti mencatat bahwa tren ini terus berkembang seiring dengan semakin canggihnya teknologi otomatisasi konten di ruang digital.
Ciri Khas Tulisan AI
Berdasarkan analisis data tersebut, terdapat beberapa pola linguistik yang menjadi indikator kuat sebuah teks disusun oleh AI. Bot cenderung memiliki gaya penulisan yang repetitif serta penggunaan tanda baca yang spesifik.
* Penggunaan tanda hubung em (em dashes) tercatat dua kali lebih sering dibandingkan teks tulisan tangan manusia.
* Penggunaan tanda koma Oxford (Oxford commas) ditemukan 63 persen lebih banyak dalam konten yang diidentifikasi sebagai AI.
* Pemilihan kosakata tertentu seperti kata “delve” dan “interplay” menjadi ciri khas yang sering muncul dalam hasil karya mesin.
* Struktur kalimat yang menunjukkan paralelisme negatif lebih sering ditemukan pada materi yang dihasilkan melalui model bahasa otomatis.
Para peneliti menyatakan bahwa bot belajar mengenali pola statistik yang halus dalam pemilihan kata dan struktur kalimat untuk meniru gaya bahasa manusia. Mereka menjelaskan bahwa “mereka juga belajar untuk mengenali pola statistik yang lebih halus dalam pemilihan kata dan struktur kalimat, yang membantu mereka menentukan apakah bagian tulisan tertentu kemungkinan besar dibuat oleh AI,” menurut laporan temuan tersebut pada Agustus 2026.
Kondisi ini menuntut pengguna internet untuk lebih skeptis dalam memverifikasi kebenaran informasi. Mengingat sebagian besar sumber data di internet kini mulai tercemar oleh konten otomatis, kemampuan untuk membedakan antara opini manusia dan luaran algoritma menjadi keterampilan krusial bagi masyarakat digital saat ini.
