Sabtu , 5 September 2026
Home Pendidikan Dari Buah Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah, PPK Ormawa Kembangkan Keripik Nanas di Desa Cipelang
Pendidikan

Dari Buah Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah, PPK Ormawa Kembangkan Keripik Nanas di Desa Cipelang

46
PPK Ormawa Univ Pakuan
Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengolahan nanas menjadi keripik nanas di sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cipelang,

IDNEWSUPDATE.COM –  Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pakuan melaksanakan kegiatan pengolahan nanas menjadi keripik nanas di sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, volunteer PPK Ormawa, dan Tim PPK Ormawa sebagai bentuk kolaborasi dalam mengembangkan potensi pertanian lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan tersebut menghadirkan M. Diyaer Kaysar selaku Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Pakuan dan Harun selaku Ketua Kelompok Tani RW 02 Desa Cipelang sebagai narasumber. Keduanya turut memberikan pemahaman dan pandangan mengenai pemanfaatan hasil pertanian lokal serta pengembangan nanas menjadi produk olahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Diyaer Kaysar menjelaskan, pengolahan nanas menjadi keripik merupakan salah satu upaya memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian masyarakat. Menurutnya, potensi pertanian di Desa Cipelang dapat dikembangkan melalui inovasi pengolahan sehingga manfaatnya tak hanya diperoleh pada saat hasil panen, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memiliki peluang ekonomi.

“Nanas merupakan salah satu potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan. Melalui pengolahan menjadi keripik, kita mencoba memberikan nilai tambah dari hasil pertanian yang sudah tersedia. Harapannya, masyarakat dapat melihat bahwa hasil panen tidak harus langsung dijual dalam bentuk segar, tetapi masih bisa dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Kaysar.

Sementara itu, Harun selaku Ketua Kelompok Tani RW 02 Desa Cipelang menyampaikan, keterlibatan masyarakat dan kelompok tani dalam kegiatan pengolahan menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi pertanian desa. Menurutnya, kolaborasi dengan Tim PPK Ormawa dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat mengenai pemanfaatan hasil pertanian.

“Kami sebagai kelompok tani berharap hasil pertanian di Desa Cipelang bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, masyarakat bisa belajar bagaimana hasil pertanian seperti nanas dapat diolah kembali menjadi produk yang lebih bernilai,” ungkap Harun.

Kegiatan pengolahan diawali dengan mempersiapkan bahan baku berupa buah nanas yang diperoleh dari hasil pertanian masyarakat. Nanas terlebih dahulu diseleksi untuk memastikan buah yang digunakan berada dalam kondisi baik dan layak diolah. Tahap pemilihan bahan baku menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya standar bahan dalam proses pengolahan pangan.

Setelah proses pemilihan, nanas dibersihkan dan dikupas untuk menghilangkan kulit serta bagian yang tidak diperlukan. Buah nanas kemudian dipotong dengan ukuran yang relatif seragam agar proses pengolahan dapat berlangsung secara lebih optimal. Seluruh tahapan dilakukan secara bersama-sama oleh Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, volunteer PPK Ormawa, dan Tim PPK Ormawa dalam suasana gotong royong.

Nanas yang telah dipotong selanjutnya melalui proses pengolahan hingga menghasilkan keripik nanas. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kebersihan bahan, peralatan, serta tahapan pengolahan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Setelah proses pengolahan selesai, keripik nanas didinginkan sebelum memasuki tahap berikutnya.

Tahap selanjutnya adalah penyortiran dan pengemasan. Keripik yang telah selesai diolah diperiksa kembali untuk memastikan kondisi produk sebelum dikemas. Pengemasan menjadi bagian penting karena tidak hanya berfungsi untuk menjaga kualitas produk, tetapi juga menjadi salah satu unsur yang dapat meningkatkan daya tarik produk ketika nantinya dipasarkan kepada konsumen.

Kegiatan ini tak hanya bertujuan menghasilkan keripik nanas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dalam mengembangkan hasil pertanian menjadi produk olahan. Melalui praktik secara langsung, Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani memperoleh pengalaman mengenai proses pengolahan nanas, sementara volunteer PPK Ormawa turut berperan dalam mendukung kegiatan dan membangun interaksi bersama masyarakat.

Pemanfaatan nanas sebagai bahan baku keripik merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal. Jika sebelumnya nanas lebih banyak dimanfaatkan sebagai buah segar, melalui proses pengolahan komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk dan nilai jual yang berbeda.

Bagi masyarakat Desa Cipelang, pengembangan keripik nanas diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pemanfaatan hasil pertanian. Produk olahan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan hasil panen dalam bentuk bahan segar sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan usaha berbasis potensi lokal.

Sekretariat Kelompok Wanita Tani menjadi tempat pelaksanaan kegiatan sekaligus ruang untuk belajar dan berbagi pengalaman. Pemanfaatan sekretariat sebagai lokasi pengolahan memperkuat peran KWT sebagai wadah kegiatan produktif masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi pangan dan pengolahan hasil pertanian.

Kegiatan pengolahan keripik nanas juga menjadi bagian dari rangkaian pemanfaatan hasil pertanian yang telah dikembangkan melalui program PPK Ormawa. Setelah melalui proses budidaya dan pemanenan, nanas kemudian diarahkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, setiap tahapan kegiatan saling terhubung dalam membangun pola pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi antara Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, volunteer PPK Ormawa, dan Tim PPK Ormawa menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Kelompok Tani memiliki pengalaman dalam menghasilkan komoditas pertanian, Kelompok Wanita Tani berperan dalam pengolahan dan pengembangan produk, sedangkan volunteer dan mahasiswa memberikan dukungan dalam proses kegiatan serta pengembangan pengetahuan dan inovasi.

Berita Terkait

Kalahkan 1.300 Peserta dari 9 Negara, Rajendra Pangarep Raih Prestasi Ganda di Malaysia

IDNEWSUPDATE.COM –  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda Indonesia di panggung...

Angkat Tradisi Jimpitan, Universitas Terbuka Perkuat Tata Kelola Kelurahan Batu Jaya Lewat Ruang Bersama Indonesia

IDNEWSUPDATE.COM –  Semangat gotong royong yang selama ini hidup dalam tradisi jimpitan...

Dari Limbah Organik Jadi Produk Bernilai, PPK Ormawa Kembangkan Eco Enzyme sebagai Sabun Cuci Tangan

IDNEWSUPDATE.COM – Sebagai bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK...

Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Melalui Laman SIPINTAR

IDNEWSUPDATE.COM – Peserta didik serta orang tua saat ini dapat melakukan pengecekan...