IDNEWSUPDATE.COM – Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami rangkaian erupsi disertai suara gemuruh yang terdengar jelas oleh warga sekitar pada Selasa (15/9) dini hari. Aktivitas vulkanik tersebut tercatat melalui beberapa kali letusan dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyatakan bahwa erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.10 WIB. “Letusan Gunung Semeru pada Selasa dini hari disertai suara gemuruh kuat,” ungkap Sigit Rian Alfian, Selasa (15/9).
Sepanjang pagi hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Berdasarkan data seismograf, letusan terjadi berulang kali hingga pukul 05.27 WIB, dengan intensitas kolom abu yang teramati cenderung tebal mengarah ke beberapa sektor, termasuk barat daya, timur, dan tenggara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi kondisi masyarakat di lereng gunung tetap aman pasca-kejadian tersebut. “Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut dan pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya,” ujar Isnugroho, Selasa (15/9).
Status Siaga dan Rekomendasi
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama:
- Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
- Dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena risiko awan panas dan aliran lahar.
- Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak karena bahaya lontaran batu pijar.
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama pada Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
