IDNEWSUPDATE.COM – Penelitian terbaru dari Illinois Institute of Technology mengungkapkan bahwa mengonsumsi satu buah alpukat dan satu cangkir mangga setiap hari dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan pradiabetes. Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association ini menunjukkan bahwa perubahan pola makan sederhana tersebut memberikan manfaat kesehatan kardiovaskular dalam waktu delapan minggu tanpa memicu penambahan berat badan.
Studi yang melibatkan 82 peserta dewasa ini membandingkan kelompok yang mengonsumsi kombinasi buah tersebut dengan kelompok kontrol yang mengonsumsi makanan berbasis karbohidrat dengan jumlah kalori setara. Hasilnya, kelompok pengonsumsi alpukat dan mangga mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan pembuluh darah untuk melebar, yang menjadi indikator penting sirkulasi darah yang sehat.
Selain perbaikan fungsi pembuluh darah, penelitian mencatat penurunan tekanan darah diastolik, terutama pada partisipan pria. Efek positif ini terjadi karena kandungan nutrisi padat dalam buah-buahan tersebut, termasuk serat, vitamin C, lemak tak jenuh, dan potasium, yang bekerja sinergis dalam mendukung metabolisme tubuh.
Pihak peneliti menekankan bahwa perubahan gaya hidup ini tidak memerlukan aturan diet yang ketat atau perubahan menu besar-besaran bagi masyarakat. “Ini adalah pesan yang menggembirakan bahwa penambahan nutrisi padat seperti alpukat dan mangga ke dalam makanan dan camilan dapat mendukung kesehatan jantung tanpa perlu aturan ketat atau perombakan pola makan besar-besaran,” ujar Britt Burton-Freeman, PhD, selaku peneliti utama saat memberikan pernyataan pada 3 November 2026.
Manfaat Nutrisi Kombinasi Buah
Kombinasi antara alpukat dan mangga menawarkan profil nutrisi yang saling melengkapi bagi kesehatan jantung. Mangga kaya akan vitamin C dan serat yang membantu perlindungan sel serta pengaturan gula darah. Sementara itu, alpukat menyumbangkan lemak tak jenuh yang baik untuk mengelola kadar kolesterol LDL serta potasium yang berperan krusial dalam menjaga kestabilan tekanan darah.
Meskipun hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada fungsi endotel dan tekanan darah, peneliti mencatat bahwa tidak ada perubahan signifikan pada profil kolesterol atau penanda inflamasi lainnya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan durasi yang lebih lama diperlukan untuk memastikan dampak jangka panjang dari kebiasaan makan buah harian ini terhadap risiko penyakit jantung di masa depan.
