Rabu , 22 Juli 2026
    Home Peristiwa Saldo E-Toll Kurang Menjadi Biang Kerok Kemacetan Arus Balik Lebaran
    Peristiwa

    Saldo E-Toll Kurang Menjadi Biang Kerok Kemacetan Arus Balik Lebaran

    14

    IDNEWSUPDATE.COM – Kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di gerbang tol saat arus mudik dan balik Lebaran ternyata memiliki penyebab utama yang sering terabaikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa salah satu faktor krusial yang memperlambat arus kendaraan adalah saldo uang elektronik yang tidak mencukupi.

    Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa tingginya aktivitas pengisian ulang saldo di gerbang tol secara langsung berdampak pada penundaan waktu transaksi yang signifikan. Hal ini menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan di area gerbang tol.

    “Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan saat dikonfirmasi pada Rabu (25/3/2026).

    Kondisi ini diprediksi akan kembali terjadi saat puncak arus balik, terutama di Gerbang Tol Cikampek Utama yang menjadi titik pertemuan penting bagi kendaraan dari arah Trans Jawa menuju Jakarta.

    Persiapan Saldo E-Toll Kunci Kelancaran Perjalanan

    Menghadapi potensi kemacetan tersebut, pengguna jalan sangat diimbau untuk melakukan persiapan matang sebelum memulai perjalanan. Rivan menekankan pentingnya memastikan saldo uang elektronik cukup sejak awal, khususnya bagi pengguna yang akan menempuh jarak jauh.

    “Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” katanya.

    Sebagai panduan, pengguna kendaraan golongan I yang melakukan perjalanan dari Semarang menuju Jakarta disarankan menyiapkan saldo minimal Rp500.000. Sementara itu, untuk perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta, saldo minimal yang direkomendasikan adalah Rp1.000.000.

    Selain itu, penting untuk diingat bahwa sistem transaksi di Tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup. Ini berarti kartu yang digunakan saat gerbang masuk wajib sama dengan kartu yang digunakan saat gerbang keluar. Pengguna tidak dapat mengganti kartu lain jika saldo tidak mencukupi di tengah perjalanan.

    Jasa Marga juga mengingatkan bahwa gangguan kecil di gerbang tol dapat menimbulkan dampak besar pada kelancaran lalu lintas secara keseluruhan. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus.

    Berita Terkait

    Sumatra Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem dan Belasan Wilayah Waspada

    IDNEWSUPDATE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara sebagai...

    Daftar Peringatan Penting yang Dirayakan Setiap Tanggal 20 Juli

    IDNEWSUPDATE.COM – Tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai momen penting di...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...

    Pemkab Bandung Barat Perkuat Tata Kelola Pengawasan Berbasis Digital Lewat Bimtek Aplikasi SIAP DAN

    IDNEWSUPDATE.COM –  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis...