Rabu , 22 Juli 2026
    Home Peristiwa WHO Peringatkan Ancaman Penularan Hantavirus Setelah Wabah di Kapal Pesiar
    PeristiwaSehat

    WHO Peringatkan Ancaman Penularan Hantavirus Setelah Wabah di Kapal Pesiar

    21


    IDNEWSUPDATE.COM –  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan mengenai potensi peningkatan kasus hantavirus menyusul terjadinya wabah di kapal pesiar MV Hondius. Wabah ini telah merenggut tiga nyawa penumpang, namun WHO menilai situasi masih dapat dikendalikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

    Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melaporkan lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek terkait insiden di kapal tersebut, termasuk tiga korban meninggal. “Dengan mempertimbangkan masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros kepada wartawan di Jenewa.

    Penyakit hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi, namun jenis Andes yang ditemukan dalam wabah ini memiliki kemampuan langka untuk menular antarmanusia. Kekhawatiran global meningkat mengingat kapal pesiar tersebut berlayar melintasi Samudra Atlantik. Namun, pejabat kesehatan menekankan bahwa tingkat penularan hantavirus jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19.

    “Kami percaya ini akan menjadi wabah terbatas jika langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan dan solidaritas ditunjukkan di semua negara,” kata Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, optimis bahwa penyebaran virus dapat dibatasi.

    Perkembangan Kasus dan Langkah Mitigasi Hantavirus

    Saat ini, pasien yang teridentifikasi terinfeksi hantavirus menjalani perawatan dan isolasi di beberapa negara, termasuk Inggris, Jerman, Belanda, Swiss, dan Afrika Selatan. Hantavirus dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, masalah jantung, hingga demam berdarah. Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk penyakit ini.

    WHO menduga kasus awal terjadi pada seorang penumpang yang terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina, yang kemudian menularkan virus kepada penumpang lain selama pelayaran. Kapal MV Hondius membawa total 149 orang, termasuk 88 penumpang, dan dijadwalkan tiba di Tenerife untuk proses evakuasi. Kasus pertama diketahui pada seorang pria Belanda yang meninggal di kapal pada 11 April, diikuti oleh istrinya yang meninggal di Afrika Selatan sekitar 15 hari kemudian setelah hasil pemeriksaan memastikan penyebab kematiannya adalah hantavirus. Seorang penumpang asal Jerman juga dilaporkan meninggal pada 2 Mei, dengan jenazahnya masih berada di atas kapal.

    Mengingat masa inkubasi hantavirus yang bisa mencapai enam minggu, pelacakan kontak kini dilakukan secara lintas negara, termasuk kepada penumpang pesawat komersial yang sempat ditumpangi oleh para korban.

    Berita Terkait

    Sumatra Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem dan Belasan Wilayah Waspada

    IDNEWSUPDATE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara sebagai...

    Daftar Peringatan Penting yang Dirayakan Setiap Tanggal 20 Juli

    IDNEWSUPDATE.COM – Tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai momen penting di...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...

    Pemkab Bandung Barat Perkuat Tata Kelola Pengawasan Berbasis Digital Lewat Bimtek Aplikasi SIAP DAN

    IDNEWSUPDATE.COM –  Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis...