IDNEWSUPDATE.COM – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengolah 50 kilogram sampah plastik per hari menjadi 48 liter bahan bakar alternatif yang disebut petasol. Inovasi ini dilakukan sebagai upaya konkret dalam menekan volume sampah rumah tangga sekaligus menciptakan sumber energi terbarukan di wilayah tersebut pada 15 Juni 2026.
Dalam operasional hariannya, KSM Pilah Berkah mengumpulkan setidaknya 1 ton sampah rumah tangga yang kemudian dipilah secara ketat. Pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar cair ini telah melalui serangkaian pengujian intensif untuk memastikan kelayakan penggunaannya sebagai energi bagi mesin diesel.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memberikan pendampingan teknis dalam proses konversi limbah plastik menjadi petasol ini. Berdasarkan pengujian laboratorium, kualitas petasol dinilai cukup baik untuk digunakan pada kendaraan bermesin diesel serta mesin pembangkit listrik.
Bahan bakar hasil daur ulang ini kini telah digunakan untuk mendukung operasional kendaraan pengangkut sampah, pembangkit listrik di KSM, serta kendaraan sukarelawan kemanusiaan. Penjualan petasol tersebut dipatok seharga Rp10.000 per liter dan dikhususkan bagi anggota kelompok swadaya tersebut.
Manfaat Inovasi Petasol
Langkah yang dilakukan KSM Pilah Berkah ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Dengan mengubah sampah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi bahan bakar fungsional, kelompok ini berhasil menciptakan solusi energi mandiri sekaligus berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan di kawasan Imogiri. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola sampah plastik secara lebih produktif.













