Kamis , 23 Juli 2026
    Home Bisnis Kimia Farma Genjot Produksi Bahan Baku Obat Lokal Kurangi Ketergantungan Impor
    Bisnis

    Kimia Farma Genjot Produksi Bahan Baku Obat Lokal Kurangi Ketergantungan Impor

    7

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kimia Farma (Persero) Tbk tengah mengintensifkan produksi bahan baku obat di dalam negeri sebagai upaya strategis untuk menekan ketergantungan impor yang mencapai angka di atas 95 persen. Langkah ini dilakukan perusahaan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta memitigasi risiko disrupsi rantai pasok akibat dinamika geopolitik global.

    Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma, Hadi Kardoko, menyampaikan bahwa posisi Indonesia sangat rentan terhadap guncangan pasar luar negeri karena tingginya ketergantungan impor bahan baku tersebut. Hadi menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu kenaikan biaya logistik serta kelangkaan produk obat di pasar domestik pada Kamis (25/6).

    Sebagai langkah konkret, Kimia Farma mengoptimalkan fasilitas produksi melalui PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) di Cikarang. Hingga saat ini, sebanyak 19 bahan baku obat telah mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM, dengan 18 di antaranya telah mendapatkan sertifikasi halal dari BPJPH.

    Selain itu, perusahaan terus mengembangkan bahan baku untuk kategori terapi prioritas seperti antibiotik, kardiovaskular, hingga obat antiretroviral untuk penanganan HIV. Strategi perubahan sumber bahan baku ini diyakini mampu meningkatkan kemandirian industri farmasi Indonesia secara bertahap.

    Langkah Strategis Perkuat Produksi

    Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menambahkan bahwa perseroan juga berfokus pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk prioritas nasional. Tercatat, produk penanggulangan HIV dan terapi kardiovaskular milik perusahaan kini telah memiliki nilai TKDN yang kompetitif, yakni masing-masing 52,78 persen dan 59 persen.

    Upaya ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan dorongan melalui penyempurnaan regulasi serta insentif bagi industri.

    “Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan industri, kita optimistis dapat mewujudkan industri farmasi Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing global, dan berkelanjutan, demi mendukung ketahanan kesehatan nasional,” ujar Faisol dalam kunjungan kerja ke Plant Banjaran, Bandung, pada Selasa (23/6).

    Ke depan, Kimia Farma berkomitmen untuk terus mempertajam portofolio produk dan memperluas pangsa pasar domestik maupun ekspor. Dengan struktur biaya yang lebih efisien dan penguasaan lini hulu yang lebih baik, perusahaan menargetkan pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

    Berita Terkait

    Indonesia Memiliki Potensi Besar Menjadi Destinasi Gastronomi Dunia

    IDNEWSUPDATE.COM – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi...

    Harga Emas Antam Hari Ini Mengalami Koreksi di Awal Pekan

    IDNEWSUPDATE.COM – Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)...

    Layanan Kelas Eksekutif PT KAI Catat 7,58 Juta Penumpang Selama Semester Pertama 2026

    IDNEWSUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan yang menggunakan...

    OJK Resmi Blokir Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online

    IDNEWSUPDATE.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi telah melakukan pemblokiran terhadap...