IDNEWSUPDATE.COM – Bagi sebagian orang, public relations adalah tentang strategi komunikasi, membangun reputasi, dan menjaga hubungan dengan publik. Hayari Putri, salah seorang praktisi di bidang public relations, mengaku merasa tertarik pada cerita-cerita yang sering luput dari perhatian.
Ia percaya bahwa percakapan singkat, perubahan kecil di sebuah kota, atau interaksi sederhana dengan orang asing bisa menjadi pintu untuk memahami manusia dengan cara yang berbeda. Bagi Hayari, profesi itu juga mengajarkannya satu hal yang tidak kalah penting: mendengarkan.
Kemampuan mendengarkan itulah yang kemudian terbawa ke luar ruang kerja. Seusai bekerja dan sedang tidak berada di depan laptop atau menghadiri meeting, Hayari lebih sering menghabiskan waktunya dengan berlari atau menulis.
Berlari menjadi ruang baginya untuk menenangkan pikiran. Di tengah ritme napas yang teratur dan langkah yang berulang, banyak gagasan justru bermunculan. Sebagian lahir sebagai catatan singkat di ponsel, sebagian lainnya berkembang menjadi artikel yang mengajak pembaca melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Hayari telah menyelesaikan full marathon, pengalaman yang mengajarkannya bahwa ketahanan sering kali lebih penting daripada kecepatan. Nilai yang sama juga ia bawa dalam pekerjaannya dan proses menulis.
Ketekunannya pada dunia menulis juga mengantarkannya meraih Juara II Lomba Penulisan Artikel Populer 2022 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul berkolaborasi dengan Penerbit Erlangga. Baginya, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas sebuah tulisan, melainkan pengingat untuk terus belajar menyampaikan gagasan yang dekat dengan kehidupan pembaca.
Menulis memberinya kesempatan untuk berhenti sejenak, mengamati, lalu memahami mengapa manusia bertindak seperti yang mereka lakukan. Bagi Hayari, menulis bukan sekadar hobi. Melalui tulisan, ia berusaha memahami manusia dengan lebih utuh.
“Aku percaya setiap orang menyimpan cerita yang layak didengar. Menulis hanyalah caraku untuk mendengarkan lebih lama, lalu merangkainya menjadi sesuatu yang bisa menemani orang lain,” ujar Hayari dalam keterangan tertulis kepada IDNewsUpdate.com, Senin (6/7/2026).
Banyak tulisannya berangkat dari hal-hal yang tampak biasa: percakapan di media sosial, budaya kerja, perubahan wajah kota, hingga kesepian yang hadir di tengah dunia yang semakin terkoneksi. Fenomena-fenomena itu kemudian dirangkai menjadi refleksi yang dekat dengan keseharian pembaca.
Latar belakang di bidang public relations membuatnya terbiasa bertanya lebih jauh daripada sekadar apa yang terjadi. Baginya, setiap isu selalu berkaitan dengan manusia, lengkap dengan pengalaman, harapan, dan alasan yang sering tidak terlihat di permukaan.
Hayari percaya bahwa komunikasi yang baik tidak selalu dimulai dari kemampuan berbicara, melainkan dari kesediaan untuk memahami. Prinsip yang sama ia bawa dalam pekerjaannya maupun dalam setiap tulisan yang ia hasilkan. Baginya, berlari mengajarkan konsistensi, menulis menumbuhkan kepekaan, sementara dunia public relations memperlihatkan bahwa di balik setiap isu selalu ada manusia yang perlu dipahami.
Hingga hari ini, Hayari masih melakukan tiga hal yang paling ia nikmati: bekerja di dunia public relations, berlari, dan menulis. Tiga hal yang berbeda, tetapi selalu membawanya pada tujuan yang sama yaitu memahami manusia dan menceritakan kisah-kisah yang layak didengar.













