IDNEWSUPDATE.COM – PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa gangguan pada mesin pembangkit listrik milik Independent Power Producer (IPP) akibat cuaca panas ekstrem menjadi penyebab utama penerapan pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya teknis untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan agar tidak terjadi kendala yang lebih luas bagi pelanggan.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menyatakan bahwa suhu lingkungan yang sangat tinggi memicu penurunan kapasitas produksi atau derating pada mesin pembangkit. Ia menekankan bahwa kendala operasional ini tidak disebabkan oleh masalah pada pasokan batu bara maupun keterbatasan energi primer lainnya.
Pihak PLN memastikan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan sebenarnya masih memiliki surplus daya, meskipun cadangan yang tersedia saat ini dalam kondisi terbatas. Saat ini, tim teknis terus berupaya melakukan percepatan pemulihan pada unit pembangkit yang terdampak agar pasokan listrik ke masyarakat segera kembali normal.
Sebagai langkah mitigasi, PLN telah menerapkan pembagian beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah titik, termasuk wilayah Pontianak dan Singkawang. Kebijakan ini diberlakukan dengan pembagian sif yang berlangsung selama lima hingga tujuh jam setiap harinya.
Prioritas Pasokan Listrik
Selama masa perbaikan berlangsung, pihak PLN memberikan perhatian khusus pada keberlangsungan layanan publik. “Kami memprioritaskan pasokan listrik bagi fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, pada Senin (6/7).
Terkait kondisi di lapangan, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk memperbaiki sistem yang mengalami gangguan sejak Kamis (2/7). Pihak perusahaan juga memohon pengertian dari masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul selama masa pemulihan berlangsung.













